Amalan malam lailatul qadar bagi wanita haid tentunya berbeda dengan amalan wanita yang tidak haid. Sebab menurut hukum agama, wanita haid tidak diperkenankan melakukan beberapa jenis ibadah. Ibadah-ibdah tersebut adalah ibadah sholat, membaca Al Quran dengan mushaf dan juga puasa ramadhan. Sehingga banyak wanita haid yang menyangka bahwa mereka tidak memperoleh kesempatan untuk beribadah di bulan ramadhan.

Bahkan tidak jarang banyak yang melewatkan malam lailatul qadar dan 10 hari terakhir di bulan ramadhan tanpa melakukan amalan-amalan yang berahala. Padahal jika seseorang mendapatkan malam lailatul qadar maka ia mendapat pahala ibadah 1000 bulan atau 84 tahun. Maka hendaklah seorang wanita yang haid di 10 hari terakhir ramadhan tetap melakukan amalan yang diperbolehkan. Menurut ulama, ada 6 amalan malam lailatul qadar bagi wanita haid yang boleh dikerjakan.

Amalan Malam Lailatul Qadar yang Boleh Dilakukan Wanita Haid Agar Mendapat Pahala 1000 Bulan

1. Membaca Al Quran Tanpa Memegang Mushaf

Bagi wanita haid yang ingin tetap mendapat pahala pada malam lailatul qadar dapat membaca Al Quran. Tetapi dalam membacanya tidak boleh sambil memegang Al Quran. Jadi caranya adalah mendengarkan murattal Al Quran dan melantunkannya kembali. Atau bisa juga dengan membaca ayat-ayat dalam Al Quran yang dia hafal.

Boleh ayat-ayat dari surat endek atau surat yang panjang. Niatkan dalam hati bahwa membaca Al Quran tersebut semata untuk beribdah pada Allah semata. Maka insyaalloh amalan tersebut akan dicatat sebagai pahala dan jika tepat memperoleh malam lailatul qadar, maka pahalanya adalah pahala ibadah 1000 bulan.

2. Membaca Dzikir (Tasbih, Tahmid, Tahlil)

Selain membaca Al Quran tanpa memegang mushaf, membaca dzikir juga termasuk amalan yang boleh dilakukan wanita haid pada malam lailatul qadar. Dalam bacaan dzikir tersebut, bacaan yang dibaca antara lain tasbih (subhanallah), tahmid (alhamdulillah) dan tahlil (la illaha illallah). Jika mampu membaca sebanyak 100 kali atau 1000 kali, silakan baca sebanyak itu. Atau bila tidak sanggup maka semampunya saja.

Jadi saat senggang atau keadaan masih terjaga di malam lailatul qadar, maka sebaiknya sempatkan untuk membaca dzikir sebanyak-banyaknya. Sebab setiap dari bacaan dzikir yang dibaca akan dihitung sebagai amalan yang berpahala. Sehingga bagi wanita haid masih dapat menghidupkan malam lailatul qadar.

3. Memperbanyak Istigfar

Tidak hanya bagi wanita haid saja, sebenarnya istigfar hendaknya kita lakukan setiap hari. Minimal seharinya kita beristigfar dan memohon ampun pada Allah sebanyak 100 kali, atau bila mampu bisa 1000 atau 10.000 kali. Sebab selain untuk memohon ampun pada Allah, istigfar juga merupakan bacaan yang besar faedahnya. Istigfar dapat membersihkan penyakit hati, melancarkan hajat, mempercepat terkabulnya do’a, membuka pintu rezeki dan menghapuskan dosa.

Maka membaca istigfar juga termasuk amalan bagi wanita haid di malam lailatul qadar yang sangat dianjurkan. Bahkan bisa dibilang amalan ini termasuk amalan yang paling ringan dibanding amalan lainnya. Jadi jangan sia-siakan amalan penuh faedah ini di malam lailatul qadar.

4. Memperbanyak Membaca Shalawat

Membaca shalawat juga sangat dianjurkan untuk diamalkan di malam lailatul qadar bagi wanita haid. Sehingga meski pun sedang dalam masa berhalangan untuk ibadah, pahala tetap mengalir padanya. Selain berpahala, membaca shalawat juga merupakan jalan pintas agar do’a mudah dikabulkan. Sebagian ulama memnyebutkan bahwa do’a yang dipanjatka tidak akan sampai pada Allah kecuali diawali dengan shalawat.

Selain itu, shalawat juga akan mengantarkan kita pada hari kebangkitan nanti mendapat syafaat dari Rasulullah SAW. Maka hendaknya di momen tersebut, erbanyaklah membaca shalawat untuk menggenapi amalan-amalan lainnya.

5. Bersedekah dan Berinfak

Selama 10 hari terakhir di bulan ramadhan, umumnya banyak orang beriktikaf di masjid. Maka jika seorang wanita haid ingin mendapat pahala maka amalan yang bisa dilakukan salah satunya dengan bersedekah makanan dan minuman bagi orang-orang yang beriktikaf. Jadi makanan dan minuman tersebut diantarkan sampai halaman masjid, kemudian dipasrahkan pada orang yang beriktikaf di masjid tersebut.

Selain itu, wanita haid juga bisa berinfak, misalkan dengan memberi sembako atau uang pada tetangga sekitar yang kurang mampu atau janda tua. Nah, amalan tersebut juga akan dihitung sebagai pahala menghidupkan malam lailatul qadar.

6. Memperbanyak Memanjatkan Do’a

Memanjatkan do’a adalah hal rutin dalam kehidupan manusia, khususnya selepas beribadah. Ada yang tujuannya untuk kelancaran hajat maupun tujuan untuk mendo’akan orang lain. Hal ini juga dianggap sebagai amalan yang berpahala dan tetap bisa dilakukan oleh wanita haid. Terlebih lagi bila sempat, maka hendaknya mengirimkan do’a juga kepada orang tua yang sudah meninggal.

Sebab do’a anak sholeh dan sholehah akan selalu mengalir pada almarhum dan almarhumah. Mintalah juga ampun dan kelapangan kubur bagi beliau. Karena setiap do’a yang dipanjatkan pada Allah SWT akan didengar dan dipertimbangkan sendiri oleh Allah SWT.

Semoga beberapa amalan malam lailatul qadar bagi wanita haid di atas dapat dilakukan oleh semua wanita yang ingin memperoleh pahala lailatul qadar. Jika seandainya tidak bisa melakukan semuanya sekaligus, maka pilih saja yang kamu sanggup.

Sebab Allah tetap akan menghitungnya sebagai amalan, apa pun itu. Intinya adalah niatkan semua amalan yang kita lakukan semata untuk memperoleh ridho Allah SWT. Maka insyaAllah akan dicatat sebagai malan baik dan diganjar pahala.