Cara Mendeteksi Kebohongan Seseorang dengan Gampang



Cara mendeteksi kebohongan tidaklah sulit. Tidak perlu menggunakan alat-alat canggih seperti “lie detector” atau apa pun itu. Cukup dengan memperhatikan sikap dan perilaku seseorang tersebut kita bisa mengetahui dia berbohong atau tidak. Tetapi bila seseorang tersebut memanipulasinya bagaimana? Apakah cara mendeteksi kebohongan seseorang masih berlaku?

Tentu saja masih berlaku. Karena sehebat-hebatnya maniulasi dan akting, tetap ada kejanggalannya. Karena kebohongan adalah fungsi reflek, otomatis. Jadi pastilah tidak bisa dikontrol. Nah, jika kamu sedang ingin mengetes kejujuran seseorang, kamu bisa menerapkan cara mendeteksi kebohongan berikut ini.

8 Cara Mendeteksi Kebohongan Seseorang dengan Gampang

Pada saat kamu sedang memperhatikan sikap dan gerak-gerik seseorang, usahakan jangan mencurigakan. Tetap santai tapi fokus. Jadi dengan gesturmu yang natural, maka dia tidak akan curiga. Sehingga hasil pengamatan yang kamu dapatkan bisa lebih sempurna. Jika dia sedang berbohong, maka dia akan menunjukkan gestur seperti berikut:

1. Melingkarkan Salah Satu Pergelangan Kakinya dan Menggoyang-Goyangkan Kakinya.

Apabila seseorang yang kita ajak bicara menunjukkan sikap dan gestur tersebut, ada indikasi bahwa dia sedang berbohong. Faktanya, berbohong membutuhkan kehati-hatian tingkat tinggi. Semakin seseorang mencoba berbohong dengan keras, maka seketika itu juga dia akan dilanda rasa tegang.

Nah, ketegangan tersebut biasanya memunculkan refleks tersebut. Refleks yang sangat terlihat untuk mengendurkan perasaannya yang tegang saat berbohong. Kamu pasti tahu bedanya melingkarkan pergelangan kakai dan menggoyangkan kaki saat berbicara jujur dan saat berbohong.

2. Ada Jeda yang Cukup Panjang Saat Memberi Jawaban atau Pernyataan.

Ketika seseorang ditanya dan diinterogasi, hal yang paling jelas terlihat adalah spontanitas jawabannya. Apabila seseorang tersebut menjawab dengan jeda yang lama, itu artinya dia sedang memikirkan skema berbohongnya. Dia akan memikirkan kata apa yang akan dia ucapkan saat akan menjawab pertanyaan.

Demikian pula dengan saat dia memberikan pernyataan, kata-katanya juga terpisah oleh jeda yang panjang antar topik atau kalimat. Itu tandanya dia sedang berbohong. Baik itu white lies atau dark lies. Semuanya akan kelihatan apa lagi dengan yang jujur.

3. Memasukkan Salah Satu atau Kedua Tangan ke dalam Saku Celana atau Baju.

Masih dengan gestur tangan, ciri lain dari seseorang yang sedang berbohong adalah saat dia memasukkan tangannya ke saku. Sama dengan yang terjadi pada umumnya, dia sedang menyembunyikan kegelisahannya. Bisanya saat gelisah tangan dan jari akan cenderung refleks melakukan gerakan aneh untuk merilekskan diri. nah untuk menghindari ketahuan, maka dia sengaja menyembunyikan tangannya.

Namun untuk memastikan bahwa dia benar-benar menujukkan gelagat berbohong, Ajak dia jabat tangan, lakukan di akhir percakapan saat akan pamit. Dari sana akan ketahuan, bahwa tangannya gemetar atau tidak, basah atau tidak dan menarik tangannya secara tergesa-gesa atau santai. Jika tangannya gemetar, berkeringat dan reflek menyambut jabat tanganmu dengan panik, maka dia sedang berbohong.

4. Terlalu Banyak Menggunakan Kata ”Tapi”.

Bukan rahasia lagi bila sumber dari kebohongan seseorang adalah dari lidahnya. Apabila seseorang sedang berbohong, maka dia sering sekali menggunakan kata “tapi”. Kata tersebut digunakan sebagai pelindung dari pra duga. Jadi sebeum dirinya terpojokkan dalam pembicaraan, maka dia menegaskan denga kata “tapi”. Jadi seolah-olah dia sedang menceritakan kejujuran dengan batasan tertentu, sehingga tampak nyata.

Misalkan saja kata tapi yang digunakan adalah “Tapi nanti kamu tidak percaya”. Berarti dia sedang membuat alibi dengan mengibaratkan si dia adalah orang jujur dan kamu meragukannya. Padahal dia sedang terlihat seperti punya sesuatu yang disembunyikan. Baik itu tentang dirinya atau tentang orang di depannya yang sedang mengajaknya bicara.

5. Mengangkat Sebelah atau Bahkan Kedua Bahunya Ketika Menjawab Pertanyaan.

Ternyata ciri orag berbohong atau tidak juga terlihat dari gestur bahunya. Jika bahunya sering diangkat, baik itu sebelah atau semuanya, maka dia sedang berbohong. Pasalnya dia saat itu sedang dilanda kebingungan, jadi secara refleks dia akan mengangkat bahunya. Persis seperti gestur orang yang berkata “entahlah atau aku tidak tahu”.

Ekspresi mukanya juga sangat jelas tertangkap bingung dan blank saat dihadapkan pada situasi seperti itu. Akhirnya sebagai jalan tengah dia segera mengatakan tidak atau membatasi ekspresi dengan mengangkat bahu. Kalau lebih dari tiga kali selama setengah jam, itu tandanya dia sedang berbohong.

6. Sering Menggosok Bagian Bawah Hidung dengan Tangan.

Meskipun hal ini diangga remeh, tapi secara jelas ini adalah indikator universal kebbohongan. Dimana sang pembohong secara refleks melakukannya di depan lawan bicaranya. Biasanya semakin banyak semakin jelas ula tingkat kebohongannya. Jadi bila seseorang yang kamu ajak bicara seperti itu, maka dia sedang mencoba untuk berbohong.

Karena berbohong akan menimbulkan kepanikan dan ekspresi wajah yang unik dan cenderung aneh. Maka untuk menyamarkannya, dia melakukan gerakan di bawah hidung secara refleks untuk memicu reaksi mimik wajah. Sehingga kepanikan dan kegelisahannya tertutupi dengan baik. Ya kamu tentu tahu mana yang berbohong, mana yang tidak.

7. Sering Mendecakkan Lidah atau Menjilat Bibir.

Bukan menggosok hidung saja, mendecak lidah dan menjilat bibir juga merupakan tanda kebohongan seseorang. Keduanya bertujuan untuk mengkondisikan diri pada fase rileks. Padahal dengan sangat kentara, dia terlihat aneh dan terpojok. Apalagi saat sedang berbicara atau bertatp muka langsung satu lawan satu. Jadi apabila kamu menemukan ciri seperti ini pada seseorang, besar kemungkinan dia sedang berbohong.

Bukan berarti langsung menyimpulkan, tetapi kebanyakan seperti itu. Kalau seandainya tidak ada decak lidak atau gestur mejilat bibir, biasanya dengan menghisap bibir dan menekukknya ke dalam. Itu juga merupakan gestur kepanikan yang coba di samarkan.

8. Menutupi Kebohongannya dengan Menatap Mata Lawan Bicaranya Sangat Lama.

Khusus untuk yang terakhir ini, kemungkinannya hanya 50:50. Karena keberanian menatap lawan bicara tidak semua orang miliki. Ada yang meski jujur dia tak sanggup bertatp muka dengan lawan bicaranya, walau pun hanya tiga atau lima detik saja. Orang pemalu juga cenderung seperti itu. Jadi banyak faktor yang harus dipastikan.

Salah satu diantaranya adalah bicaranya sangat lama dan berputar-putar. jadi seolah-olah dia adalah orang yang berkata jujur dengan alasan atau penjelasan yang rasioal. Padahal justru sebaliknya, dia sangat terlihat tertekan, gelisah dan berujung ada membual. itulah bedanya orang yang menatap mata lawan bicaranya saat berkata jujur dan saat berbohong.

 

Bagaimana, sudah tahu cara mendeteksi kebohongan seseorang, bukan. Coba saja praktekkan cara mendeteksi kebohongan seseorang yang menurutmu suka berbohong dan yang jujur. Apakah cara di atas efektif atau tidak. Utamanya untuk kasus yang mempunyai suasana ketegangan yang tinggi. Karena di saat seerti itulah kebohongan akan gampang terlihat dengan jelas.

Leave a Reply