Cara Menulis Daftar Pustaka dari Berbagai Sumber


Cara menulis daftar pustaka tidak sama dengan cara menulis kutipan atau cara menulis catatan kaki. Sehingga format penulisannya jelas berbeda. Umumnya, daftar pustaka ditulis pada halaman belakang sebuah makalah atau karya tulis ilmiah. Tujuannya sebagai halaman yang memaparkan data berupa rujukan berbagai sumber dalam makalah atau karya tulis ilmiah tersebut.

Nah, jika dilihat dari berbagai jenis sumbernya, daftar pustaka dapat dibedakan menjadi delapan sumber. Sumber tersebut biasanya adalah sumber dari buku, artikel online, jurnal cetak, jurnal online, majalah/tabloid, koran, dokumen resmi atau karya jurnalistik. Masing-masing sumber tersebut memiliki format dan cara menulis daftar pustaka yang berbeda-beda. Supaya jelas, ada baiknya kita kupas tuntas satu per satu.

8 Cara Menulis Daftar Pustaka dari Berbagai Sumber

1. Cara Menulis Daftar Pustaka dari Sumber Buku

Dalam menulis daftar pustaka untuk sumber buku, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Beberapa poin tersebut diantaranya adalah nama penulis buku, tahun terbit/tahun cetakan buku, judul buku, kota penerbit dan nama penerbitnya.

Nah, untuk format penulisan daftar pustaka dari sumber buku adalah sebagai berikut:

Nama Penulis.Tahun Terbit.Judul Buku.Kota Penerbit:Nama Penerbit

Contoh:
Hadikusuma, Taufik.2009.Pergolakan Batin dan Kegundahan Kalbu.Yogyakarta: Prambanan Media

Jadi hal-hal yang perlu diingat adalah:

  • Khusus untuk judul buku harus ditulis miripng atau tebal atau diberi garis bawah. Namun umumnya yang dipakai adalah format miripng.
  • Nama pengarang ditulis tanpa gelar, baik gelar akademik, kebangsawanan, militer, dan lain-lain.
  • Nama pengarang dibalik, misal nama asli Taufik Hadikusuma ditulis menjadi Hadikusuma, Taufik.
  • Apabila nama pengarang terdiri dari tiga kata, misal Matin Kusuma Dinata ditulis menjadi Dinata, Martin Kusuma atau Dinata, M. Kususma.
  • Jika pengarangnya ada lebih dari satu orang, maka ditulis nama orang yang paling awal lalu ditambah dkk.

Contoh:
Djafar, Mohammad, dkk.2001.Kearifan Seni dan Budaya Lokal.Malang: Pusaka

  • Jika dalam daftar pustaka nama penulisnya sama tetapi judul bukunya berbeda, maka judul yang bertahun lama di urutan paling atas. Kemudian pada daftar pustaka di bawahnya, di bagian nama diberi tanda bawah (underscore) garis panjang sebanyak 10 karakter.

Contoh:
Maolana, Wiantara.2002.Kreasi Seni Terapan.Surakarta: Pustaka Kuas
__________.2006.Seni Kontemporer Tradisional.Surakarta: Pustaka Kuas

  • Urutan daftar pustaka diurutkan berdasarkan abjad nama pengarang setelah di bentuk dalam format daftar pustaka.

2. Cara Menulis Daftar Pustaka dari Sumber Jurnal Cetak

Ada kalanya sebuah daftar pustaka diambil dari sumber berupa jurnal cetak. Dalam menulisnya juga tidak sama dengan sumber buku. Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan saat menulis daftar pustaka tersebut. Diantaranya adalah seri jurnal (volume dan nomor) serta halamannya.

Nah, untuk format penulisan daftar pustaka dari sumber jurnal cetak adalah sebagai berikut:

Nama Penulis.Tahun Terbit.Judul Jurnal Cetak.Jurnal Tentang, Volume (Nomor): Nomor Halaman

Atau

Nama Penulis.Tahun Terbit.Judul Jurnal Cetak. Jurnal Tentang, Volume, Nomor, Nomor Halaman

Contoh:
Hadi, Bayu.2009.Perempuan dan Emansipasi Kaum Marginal.Jurnal Sosiologi Pedesaan, V(10): 16-20

Atau

Hadi, Bayu.2009.Perempuan dan Emansipasi Kaum Marginal.Jurnal Sosiologi Pedesaan, Vol. XIII, No. 10, Pp 16-20

Jadi hal-hal yang perlu diingat adalah:

  • Judul jurnal harus ditulis miripng atau tebal atau diberi garis bawah. Namun umumnya yang dipakai adalah format tulisan miripng.
  • Judul jurnal yang dimaksud adalah judul materi jurnal. Sedangkan jurnal tentang adalah judul yang ada ada sampul buku kumpulan jurnal tersebut.
  • Penulisan format nama pengarang sama dengan format nama pengarang pada daftar pustaka buku.

3. Cara Menulis Daftar Pustaka dari Sumber Jurnal Online

Jika sebuah daftar pustaka diambil dari sumber berupa jurnal online, berbeda dengan enulisan pada jurnal cetak. Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan, Diantaranya dalam hal alamat web tempat jurnal diunggah dan juga waktu aksesnya.

Nah, untuk format penulisan daftar pustaka dari sumber jurnal online adalah sebagai berikut:

Nama Penulis.Tahun Terbit.Judul Jurnal Online.Jurnal Tentang, Volume (Nomor): Nomor Halaman.Alamat webnya (Diakses pada Tanggal Bulan Tahun)

Atau

Nama Penulis.Tahun Terbit.Judul Jurnal Online. Jurnal Tentang, Volume, Nomor, Nomor Halaman. Alamat webnya (Diakses pada Tanggal Bulan Tahun, Pukul)

Contoh:
Hadi, Bayu.2009.Perempuan dan Emansipasi Kaum Marginal.Jurnal Sosiologi Pedesaan, V(10): 16-20.http://kliping.co/jurnal/sosiologi/?doc/to/21 (Diakses pada 15 Mei 2015)

Atau

Hadi, Bayu.2009.Perempuan dan Emansipasi Kaum Marginal.Jurnal Sosiologi Pedesaan, V(10): 16-20.http://kliping.co/jurnal/sosiologi/?doc/to/21 (Diakses pada 15 Mei 2015, 16:16 WIB)

Jadi hal-hal yang perlu diingat adalah:

  • Alamat web diberi warna hitam, tidak tebal dan diberi garis bawah.
  • Catat tanggal akses dan juga waktu aksesnya, jangan lupa menyertakannya dalam daftar pustaka dan ditulis dalam tanda kurung.
  • Format nama penulis sama dengan format pada jurnal cetak.

4. Cara Menulis Daftar Pustaka dari Sumber Koran

Dalam menulis daftar pustaka yang bersumber dari koran, terdapat beberapa format khusus. Format khusus yang harus diperhatikan tersebut adalah nama koran dan tanggal terbitnya.

Nah, untuk format penulisan daftar pustaka dari sumber koran adalah sebagai berikut:

Nama Penulis.Tahun Cetak.Judul Berita.Nama Koran.Tanggal Terbit

Atau jika nama penulis tidak dicantumkan:

Nama Koran.Tanggal Terbit.Judul Berita, Nomor Halaman

Atau jika dari artikel dalam koran:

Nama Penulis.Tanggal Terbit.Judul Artikel.Nama Koran, Nomor Halaman

Contoh:
Sunarman, Nanang.2005.Batik Mega Mendung dan Kearifan Lokal Cirebonan.Radar Cirebon. 2 Januari 2001

Atau jika nama penulis tidak dicantumkan:

Magelang Pos.10 Mei 2000.Inflasi dan Suku Bunga di Era Milenium, hlm. 10

Atau jika dari artikel dalam koran:

Nurdiansah, Ahmad.12 Maret 2003.Beternak Burung Kicau Bernilai Jutaan Rupian.Malang Pos, hlm. 12

Jadi hal-hal yang perlu diingat adalah:

  • Halaman cukup ditulis halaman yang awal saja, tidak perlu mencantumkan nomor halaman bersambungnya.
  • Perbedaan artikel dan berita dapat diketahui dari letak kolomnya. Jika tidak ada keterangan kolom berita atau artikel, bisa dianggap sama.
  • Pilih Format penulisan daftar pustaka yang sesuai dengan sumber koran yang kita ambil.

5. Cara Menulis Daftar Pustaka dari Sumber Majalah / Tabloid

Secara sepintas menulis daftar pustaka yang bersumber dari majalah miripp dengan yang bersumber dari koran. Hanya ada sedikit saja perbedaan yang harus diperhatikan, khususnya tentang nama majalah/tabloid dan nomor edisinya.

Nah, untuk format penulisan daftar pustaka dari sumber majalah/tabloid adalah sebagai berikut:

Nama Penulis.Tahun Terbitan.Judul Artikel.Nama Majalah/Tabloid.Nomor Edisi Majalah/Tabloid

Atau

Nama Penulis.Tahun Terbitan.Judul Artikel.Nama Majalah/Tabloid.Nomor Edisi Majalah/Tabloid, Nomor Halaman

Contoh:
Kusnaedi, Maudi.2002.Menurunkan Berat Badan dengan Diet Paleo.Veminis.XIIVIV

Atau

Kusnaedi, Maudi.2002.Menurunkan Berat Badan dengan Diet Paleo.Veminis.XIIVIV, hlm. 20

Jadi hal-hal yang perlu diingat adalah:

  • Penulisan daftar pustaka bersumber majalah/tabloid boleh hanya menyertakan nomor seri saja atau beserta halaman artikelnya.
  • Apabila nomor edisinya menyertakan bulan dan tahun, maka dicantumkan pula.

6. Cara Menulis Daftar Pustaka dari Sumber Artikel dari Internet

Dalam menulis daftar pustaka yang bersumber dari artikel di internet, umumnya mirip dengan jurnal online. Bedanya di artikel internet tidak memiliki volume dan nomor seri, jadi hanya menyantumkan tahun postingan artikel saja. Selain itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yakni tentang nama penulis/kontributornya, alamat websitenya dan waktu saat mengaksesnya.

Nah, untuk format penulisan daftar pustaka dari sumber artikel online adalah sebagai berikut:

Nama Penulis/Kontributor.Tahun Postingan.Judul Artikel.Alamat Website (Diakses pada Tanggal Bulan Tahun)

Contoh:
Tiara, Cassandra.2012.10 Fakta Menarik Tentang De Javu.http://kliping.co/psikologi/10-fakta-menarik-tentang-de-javu.html (Diakses pada 29 Februari 2016)

Jadi hal-hal yang perlu diingat adalah:

  • Penulisan alamat web ditulis dengan warna hitam dan diberi garis bawah.
  • Jangan lupa mencatat tahun postingan dan juga waktu saat kita mengakses alamat webnya.

7. Cara Menulis Daftar Pustaka dari Sumber Undang-undang/PP/Perda dan Dokumen Penting.

Dalam kasus yang seperti demikian ini, ada sedikit perbedaan dalam menulis daftar pustakanya. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam format penulisannya, yakni tentang tahun turunnya dokumen, lembaga penerbit dokumen dan kota dimana dokumen disahkan.

Nah, untuk format penulisan daftar pustaka dari sumber UU/PP/Perda dan Dokumen penting adalah sebagai berikut:

Badan yang Mengesahkan.Tahun Terbit/Pengesahan.Judul UU/PP/Perda atau Dokumen Penting.Kota Pengesahan: Lembaga yang Mengeluarkan

Contoh:
Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BANPT).2014.Pedoman Penilaian Kelayakan Pemberian Rekomendasi Pendirian Lembaga Akreditasi Mandiri.Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (DITJEN DIKTI)

Atau

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.2013.UU No. 33 tahun 2014 Tentang Jaminan Produk Halal (UU JPH).Jakarta: Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia

Jadi hal-hal yang perlu diingat adalah:

  • Penulisan nama badan yang mengesahkan dan lembaga yang mengeluarkan harus nama panjang. Boleh disertai singkatannya dalam kurung atau tidak juga tidak masalah.
  • Apabila ada nomor peraturan atau undang-undang, maka harus disertakan di dalamnya.

8. Cara Menulis Daftar Pustaka dari Sumber Karya Jurnalistik (Video, Gambar, Wawancara, Talkshow, Podcast, dll.) dan Film.

Nah, untuk yang seperti ini sebenarnya cukup simpel. Hanya dengan mencantumkan nama pembuatnya dan menulisnya dalam daftar pustaka. Namun, beberapa hal juga harus diperhatikan dalam format penulisannya, misalkan tentang pemilik karya, tahun rilis karya, nama acara/topik/judul karya, nama pihak terkait hak siar/hak pameran/dll. dan waktu/durasi dokumentasi.

Nah, untuk format penulisan daftar pustaka dari sumber karya jurnalistik (video, gambar, wawancara, talkshow, podcast/siniar, dll.) dan film adalah sebagai berikut:

Untuk yang berbentuk visual (video, gambar, film):

Nama Pemilik Karya.Tahun Publikasi.Nama Acara/Judul /Topik/Tema Karya.Nama Pemegang Hak Siar/Hak Pameran (Tanggal Publikasi, Pukul)

Untuk yang berbentuk audio (wawancara, podcast, talkshow):

Nama Pewawancara/Reporter/Host.Tahun Publikasi.Nama Acara/Judul /Topik/Tema Wawancara, Podcast, Talkshow.Nama Pemegang Hak Siar, Kota/Lokasi Siar, Durasi.

Contoh:
Untuk yang berbentuk visual (video, gambar, film):

Taufik, Muhammad.2014.Soft Violence.Emte (15-30 April 2014, 18.00 WIB)

Untuk yang berbentuk audio (wawancara, podcast, talkshow):

Shihab, Najwa.2016.Mata Najwa Episode Panggung Gus Mus.Metro TV, Jakarta, 60 Menit.

Jadi hal-hal yang perlu diingat adalah:

  • Penulisan nama pemilik karya, pewawancara, reporter, host dan juga nama pemegang hak siar/hak pameran.
  • Judul acara, topik, tema dari karya tersebut harus dicantumkan secara lengkap.
  • Waktu dan juga durasi juga wajib diikutsertakan dalam penulisan daftar pustaka seperti ini.

Leave a Reply