Cara Menulis Kutipan dari Berbagai Sumber


Cara menulis kutipan pada dasarnya cukup mudah. Asalkan kita tahu sumbernya, kalimat mana yang akan dikutip, tahun terbit, nomor halaman dan juga nama pengarang/penulisnya, maka itu saja sudah cukup. Selanjutnya tinggal menentukan cara mana yang akan kita gunakan untuk menulis kutipan tersebut.

Umumnya, mengutip atau menulis kutipan dapat dilakukan dengan dua jalan, yakni dengan cara menulis kutipan langsung atau tidak langsung. Antara keduanya terdapat perbedaan yang mendasar. Sehingga baik kutipan langsung maupun tidak langsung mempunyai perbedaan tersendiri.

Perbedaan Kutipan Langsung dan Kutipan Tidak Langsung

Kutipan Langsung

  • Kutipan langsung adalah kutipan yang mengambil isi yang dikutip dengan sama persis dengan isi dalam teks aslinya (tidak dipotong atau disingkat).
  • Selain menulis isi kutipannya, referensinya juga harus disertai dengan nama pengarang, tahun terbitan dan juga nomor halamannya apabila ada.
  • Umumnya teks yang dijadikan rujukan untuk kutipan langsung berupa kajian ilmiah, karya tulis ilmiah, jurnal, penelitian dan pendapat ahli.
  • Kutipan langsung yang berbahasa asing umumnya ditulis dengan 3 cara; (1) Mengutipnya teks aslinya tanpa diterjemahkan. (2) Mengutip langsung teks terjemahannya. (3) Mengutip teks terjemahan di dokumennya dan menyertakan teks berbahasa asing dalam lampiran.

Kutipan Tidak Langsung

  • Kutipan tidak langsung adalah kutipan yang mengambil isi yang dikutip dengan bahasa peneliti/penulis sendiri, namun intinya sama dengan isi dalam teks aslinya.
  • Selain menulis isi kutipan dengan bahasa sendri, referensinya juga harus disertai dengan nama pengarang, tahun terbitan dan nomor halamannya jika ada.
  • Umumnya teks yang diambil sebagai rujukan untuk kutipan tidak langsung sama dengan kutipan langsung, yakni berupa kajian ilmiah, karya tulis ilmiah, jurnal, penelitian dan juga pendapat ahli.
  • Kutipan tidak langsung umumnya ditulis dengan 2 cara; (1) Meringkas, menyimpulkan dan merujuk pendapat/pikiran orang lain, baru dikutip. (2) Langsung mengambil inti dari pikiran orang lain, kemudian diterjemahkan dalam bahasa peneliti/penulis sendiri.

Setelah mengetahui perbedaan antara kutipan langsung dan kutipan tidak langsung, tinggal menentukan saja mana cara menulis kutipan yang akan di pakai. Pada dasarnya keduanya sama, sehingga baik kutipan langsung maupun kutipan tidak langsung dapat dipakai untuk menulis kutipan di skripsi, thesis, makalah maupun karya tulis ilmiah.

Berdasarkan gaya penulisannya, cara menulis kutipan dibagi menjadi beberapa macam format penulisan. Penulisan format tersebut disesuaikan dengan beberapa kondisi yang ada pada isi/teks yang akan di kutip tersebut. Setidaknya ada 11 format cara menulis kutipan dari berbagai sumber yang umum digunakan.

11 Cara Menulis Kutipan dari Berbagai Sumber yang Umum Dipakai dalam Format Kutipan

1. Cara Menulis Kutipan dari Sumber dengan Nama Pengarang Indonesia

Jika kutipan yang akan kita ambil ditulis oleh pengarang Indonesia, maka nama pengarang ditulis lengkap tanpa gelar. Penulisan nama juga tetap sama (seperti cara menulis catatan kaki), tidak dibalik seperti cara menulis daftar pustaka.

Contoh penulisan kutipan dari Suharsimi Arikunto seperti ini:

Kerangka berpikir menggambarkan alur pikir peneliti yang dimaksudkan untuk menyusun reka pemecahan masalah berdasarkan teori yang dikaji (Suharsimi Arikunto, 2009: 45).

2. Cara Menulis Kutipan dari Sumber dengan Nama Pengarang Asing

Jika kutipan yang ingin dikutip ditulis oleh pengarang asing, maka nama pengarang yang ditulis cukup nama keluarganya saja dan tanpa gelar.

Contoh penulisan kutipan dari Adam Smith seperti ini:

Uji coba produk dimaksudkan untuk mengumpulkan data yang dapat digunakan sebagai dasar untuk menetapkan tingkat keefektifan, efisiensi, dan daya tarik dari produk yang dihasilkan (Smith, 1989: 29).

3. Cara Menulis Kutipan dari Sumber Terjemahan

Jika ada sebuah kutipan yang bersumber dari terjemahan, maka nama penerjemahnya harus disertakan dalam kutipan.

Contoh penulisan kutipan pendapat Anderson dalam buku terjemahan karangan Suhardiman seperti ini:

Dalam menilai keabsahan atau validitas data kualitatif bisa digunakan teknik triangulasi data sampai mendapatkan data yang linier (Anderson, 1979, terjemahan Suhardiman, 2008: 35).

4. Cara Menulis Kutipan dengan Peletakan Sumber di Depan dan di Belakang Kalimat Kutipan

Agar penulisan kutipan tidak monoton, maka ada dua variasi yang bisa dilakukan. Caranya dengan meletakan sumber kutipan di awal dan kadang kala di akhir dari kalimat kutipan.

Dalam menulis sumber kutipan di awal kalimat, tulis nama pengarangnya lebih dulu, kemudian baru diikuti dengan tahun dan nomor halamannya yang di tulis dalam kurung. Setelahnya baru diikuti dengan kata “berpendapat bahwa ”.

Contoh penulisan sumber kutipan di awal kalimat seperti ini:

Ahmad Subandi (1999: 79) berpendapat bahwa analisis masalah akan menghasilkan variabel dan hubugan antar variabel-variabel di dalamnya.

Sedangkan penulisan sumber kutipan yang paling sering adalah di akhir kalimat kutipan. Caranya degan menulis nama pengarangnya dan diikuti dengan koma lalu tahun dan titik dua baru nomor halaman. Semuanya ditulis di dalam kurung setelah kalimat kutipan selesai di kutip.

Contoh penulisan sumber kutipan di akhir kalimat seperti ini:

Analisis masalah akan menghasilkan variabel dan hubugan antar variabel-variabel di dalamnya (Ahmad Subandi, 1999: 79).

5. Cara Menulis Kutipan dari Sumber dengan Nama Pengarang Lebih dari Satu Orang

Jika ada sebuah kutipan yang memiliki lebih dari satu nama pengarang, maka ada tiga cara penulisan yang umumnya digunakan.

(1) Penulisan kutipan yang ditulis oleh dua orang pengarang, kedua nama dicantumkan semua dengan menyertakan “dan” diantara kedua nama.

Contoh penulisan kutipan dari Anderson dan Silva seperti ini:

Guru memiliki peranan penting dalam membangun manusia yang berkualitas (Anderson dan Silva, 1979: 15).

(2) Penulisan kutipan yang ditulis oleh tiga sampai lima orang pengarang, pada kutipan pertama nama dicantumkan semua dengan tanda koma pemisah diantara masing-masing nama, selanjutnya kutipan berikutnya cukup nama paing depan dan diikuti “et al”.

Contoh penulisan kutipan dari Anderson, Silva, Dos Santos, Libeiro, Da Lima seperti ini:

Guru bereran sebagai mediator dan fasilitator, sedangkan siswa adalah subjek dan objek pembelajaran. (Anderson, Silva, Dos Santos, Libeiro, Da Lima, 1979: 15).

Siswa yang sadar akan perannya dapat didukung, sedangkan yang belum dapat diarahkan oleh guru (Anderson et al, 1979: 49).

(3) Penulisan kutipan yang ditulis oleh enam orang pengarang lebih, yang ditulis hanya nama pertama dengan menyertakan “et al” setelahnya.

Contoh penulisan kutipan dari Anderson, Silva, Dos Santos, Libeiro, Da Lima, Cunha seperti ini:

Peranan siswa dalam pembelajaran adalah 75% sedangkan peran guru adalah 25% (Anderson et al, 1979: 25).

6. Cara Menulis Kutipan dari Sumber dengan Nama Pengarang Lembaga

Jika suatu kutipan diambil dari kutipan yang ingin ditulis oleh pengarang berupa lembaga, maka nama lembaga ditulis lengkap pada kutipan pertama dan nama singkat pada kutipan selanjutnya.

Contoh penulisan kutipan dari Dewan Perwakilan Rakyat seperti ini:

Undang-undang Produk Jaminan Halal (UU PJH) mengatur tentang sertifikasi jaminan hala pada semua produk yang beredar di masyarakat (Dewan Perwakilan Rakyat, 2014: 8).

Jaminan halal tersebut dimaksudkan untuk mencegah penggunaan unsur-unsur yang tidak halal yang terdapat pada semua jenis produk yang beredar di masyarakat (DPR, 2014: 11).

7. Cara Menulis Kutipan Langsung Kurang dari 40 Kata

Jika terdapat sebuah kutipan yang berjumlah kurang dari 40 kata dan akan ditulis sebagai kutipan langsung, maka ada tiga cara penulisan yang bisa digunakan.

(1) Nama pengarang ditulis di awal dan tahun serta halaman di belakangnya diikuti dengan tanda kurung.

Contoh penulisan kutipan Joko Purnomo seperti ini:

Joko Purnomo (1993: 31) menyebutkan bahwa teknik melukis yang menitikberatkan pada kebebasan berkarya disebut seni rupa kontemporer.

(2) Nama pengarang disebut dengan menyertakan tahun dan nomor halaman di dalam kurung.

Contoh penulisan kutipan dari Robbani seperti ini:

Seni adalah hasil cipta, rasa dan karsa manusia yang diwujudkan dalam bentuk ekspresi diri yang nyata. (Robbani, 2000: 65).

(3) Apabila dalam kutipan terdapat tanda kutip yang menunjukkan petikan pernyataan pengarang, maka petikan ditulis dengan satu tanda kutip.

Contoh penulisan kutipan dari Juansah seperti ini:

Sendratari tradisional yang bertajuk ‘Ramayana’ yang digelar di pelataran candi Prambanan mengisahkan sisi lain dari cinta dari perspektif hitam dan putih (Juansah, 2009: 53).

8. Cara Menulis Kutipan Langsung Lebih dari 40 Kata

Jika terdapat sebuah kutipan dengan jumlah kalimat lebih dari 40 kata dan akan ditulis sebagai kutipan langsung, maka kutipan ditulis secara khusus.

Caranya tulis dulu nama pengarangnya beserta kurung yang berisi tahun dan nomor halaman, baru teks yang mendahuluinya. Setelah itu isi kutipan ditulis menjorok ke kanan dengan jarak 5 sasi dari tepi kiri. Setiap poin inti dipisah dalam sub poin.

Contohnya kutipan dari Alberto berikut ini:

Alberto (2004: 35) mengemukakan pendapatnya tentang filsafat, bahwa:

  • filsafat adalah ilmu mendasar yang menjadi cikal bakal cabang-cabang ilmu pengetahuan modern.
  • filsafat mulai muncul di dataran Yunani kemudian menyebar ke dataran timur tengah dan menjadi populer di Baghdad.
  • filsafat yang pertama kali muncul disebut ‘causa prima’ yang mengandung dasar-dasar filsafat kosmologi.

9. Cara Menulis Kutipan Tidak Langsung

Jika terdapat sebuah kutipan, kemudian kita ingin menulisnya sebagai kutipan tidak langsung, maka kutipan ditulis seperti biasa. Bisa ditulis di awal kalimat atau di akhir kalimat kutipan. Sekilas hampir sama dengan kutipan langsung, bedanya ada pada isi kutipan yang merupakan inti/rangkuman dari kutipan asli menurut bahasa sendiri.

Contohnya kutipan tidak langsung di awal dan di akhir dari Fahrani Chandra berikut ini:

Fahrani Chandra (2015: 23) berpendapat bahwa tren berbusana yang akan populer di tahun 2016 kebanyakan didominasi oleh busana bergaya retro dengan tema colourfull.

Tren berbusana yang akan populer di tahun 2016 kebanyakan didominasi oleh busana bergaya retro dengan tema colourfull (Fahrani Chandra, 2015: 23).

10. Cara Menulis Kutipan yang Telah Dikutip dari Suatu Sumber

Jika kita ingin mencantumkan kutipan yang sebelumnya telah dikutip dari suatu sumber, maka harus menyertakan nama pengarang kutipan yang dikutip dalam sumber disertai kata “dalam”.

Contohnya kutipan yang telah dikutip dari sebuah sumber yang ditulis oleh Gunawan yang diambil dalam kutipan Zainudin seperti berikut ini:

Gunawan (dalam Zainudin, 2001: 123) memberikan definisi tegas tentang variabel dalam penelitian meliputi variabel terikat, variabel bebas dan variabel terkontrol.

11. Cara Menulis Kutipan yang Dihilangkan Beberapa Bagian atau Kalimat Dalam Kutipan

Jika dalam mengutip sebuah kalimat yang ada pada kutipan asli tapi ingin menghilangkan beberapa isinya, maka harus menyertakan format khsus. Umumnya yang dihilangkan ada dua jenis, yakni beberapa “bagian (lebih dari satu kalimat atau beberapa paragraf)” isi atau beberapa “kalimat” yang ada pada kutipan asli.

Kutipan yang ingin dihilangkan “bagian” isinya, maka bagian yang dihilangkan diganti dengan kurung titik tiga (…) sebagai penggantinya.

Contohnya kutipan dari Tohari Ulum seperti berikut ini:

Bahasa adalah alat bertukar informasi dan alat komunikasi yang digunakan antar manusia (…) yang dipakai dalam sebuah komunitas (Tohari Ulum, 1991: 73).

Kutipan yang ingin dihilangkan “kalimat” dalam kutipannya, maka bagian yang dihilangkan diganti dengan kurung titik empat (….) sebagai penggantinya.

Contohnya kutipan dari Tohari Ulum seperti berikut ini:

Bahasa umunya merupakan sarana komunikasi verbal yang memiliki unsur bunyi (….) dan suku kata yang memiliki makna tertentu (Tohari Ulum, 1991: 75).

12. Cara Menulis Kutipan yang Bersumber dari Internet

Jika kita ingin mengutip sebuah kutipan yang bersumber dari internet, caranya sama dengan mengutip kutipan dari sumber cetak. Cukup dengan menulis nama, tahun dan nomor halamannya saja. Sedangkan judul artikel/jurnal/karya ilmiah, alamat website, waktu akses cukup dicantumkan dalam daftar pustaka.

Contohnya seperti kutipan yang ditulis dari jurnal online yang ditulis Kelly dalam Library of Congres (http://rs7.loc.gov) sebagai berikut:

Kelly (2009: 3) menerangkan bahwa siklus holistik adalah sebagai berikut.
It helps them to understand their learning styles and thus make transitions to higher levels of personal and cognitive functioning.

2 Comments

  1. Lingga
    • kliping

Leave a Reply