Do’a Agar Cepat Hamil dan Diberi Keturunan


Do’a agar cepat hamilKehamilan adalah hal yang paling diidam-idamkan oleh seorang wanita. Karena ada saat wanita hamil, maka kebahagiaannya akan bertambah berlipat-lipat. Terlebih lagi untu kehamilan yang pertama. Sama halnya dengan apa yang dirasakan oleh semua pasangan yang telah menikah. Hadirnya buah hati ditengah-tengah rumah tangga akan menambah keharmonisan dan kebahagiaan setia pasangan.

Namun tidak semua pasangan dikaruniai momongan dengan segera. Ada yang harus menunggu beberapa tahun baru dikaruniai anak. Tentu saja itu diluar kuasa kita sebagai manusia. Sebab keturunan adalah karunia dan anugerah dari Yang Maha Kuasa. Sebagai hamba yang sadar akan hal tersebut, sudah sepatutnya kita tetap bersabar dan tidak lupa senantiasa berdo’a agar segera diberi keturunan.

Ada dua do’a agar cepat hamil paling mustajab yang dicontohkan oleh nabi. Setelah memanjatkan do’a tersebut dengan sungguh-sungguh, maka Allah SWT mengaruniakan keturunan pada beliau. Sehingga bila kita berhajat ingin meminta keturuan maka disarankan untuk memanjatkan do’a agar cepat hamil secara islami ini.

Jika Allah SWT menghendaki, maka insyaAllah kita akan diberi keturunan oleh Allah. Jadi jangan lupa untuk menyisipkan do’a agar cepat hamil ini setelah sehabis sholat 5 waktu, sholat hajat dan sholat tahajud.

Do’a Do’a Agar Cepat Hamil dan Do’a Meminta Keturunan yang Dicontohkan Nabi-Nabi

1. Do’a Nabi Zakaria AS Agar Dikaruniai Keturunan

Nabi Zakaria AS adalah salah satu nabi yang dikaruniai keturunan di usianya yang sudah senja. Saat itu beliau dengan segala kerendahan memohon ada Allah SWT agar diberi momongan sebelum meninggal dunia.

Di kala itu beliau dan istrinya merasa sangat sedih dan pilu. Sebab hingga masa tuanya tak kunjung dikaruniai putera, sedangkan sanak saudaranya semua memiliki buah hati. Maka beliau memanjatkan do’a yang sangat khusuk kepada Allah SWT.


رَبِّ هَبْ لى‏ مِنْ لَدُنْكَ ذُرِيَّةً طَيِّبَةً اِنَّكَ سَميعُ الدُّعاء
(Robbi habli minladunka dzurriyyatan thoyyibatan innaka sami’ud du’aa’)

Artinya:
“Ya Tuhan ku, berilah aku (dari sisi-Mu) anak yang baik. Sesungguhnya Engkaulah Maha Pendengar doa”.

Pada waktu memanjatkan do’a tersebut Nabi Zakaria AS sudah sangat pasrah. Bagaimana tidak, beliau umurnya sudah tua sedang istrinya mandul. Hanya kehendak Allah SWT yang dapat menganugerahkan keturunan pada mereka. Ternyata do’a tersebut diijabah oleh Allah SWT. Nabi Zakaria AS akan mendapatkan keturunan yang baik, suci dan calon nabi, yakni Yahya AS.

Itu artinya jika kita berserah pada Allah SWT dengan segala kerendahan hati, maka Allah SWT akan menjawab do’a kita, meskipun sepertinya mustahil. Karena tidak ada yang mustahil bagi Allah SWT, jika Allah berkehendak, maka jadilah.

Selain itu Nabi Zakaria AS juga memanjatkan do’a yang diabadikan dalam Al Qur’an, yakni:


رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
(Robbanaa hablanaa min azwaajinaa wadzurriyatinaa qurrota a’yunin waj’alna lilmuttaqiina imaamaa)

Artinya:
Ya Tuhan ku, anugerahkanlah pada kami isteri-isteri dan keturunan pada kami sebagai penyenang hati kami dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. Al Furqan, ayat 74)

2. Do’a Nabi Ibrahim AS Agar Dikaruniai Keturunan

Sama halnya dengan Nabi Zakaria AS, Nabi Ibrahim AS juga merupakan nabi yang diuji oleh Allah SWT dengan keturunan. Ujian pertama adalah beliau tak kunjung dianugerahi keturunan bersama isterinya Siti Hajar. Namun beliau memiliki kesabaran yang tinggi dan berserah diri secara total pada Allah SWT. Maka dengan segala kerendahan seorang hamba, Nabi Ibrahim AS memanjatkan do’a minta keturunan pada Allah SWT.


اَللَّهُمَّ أَكْثِرْ مَالَهُ وَوَلَدَهُ
(Allahumma aktsir maalahu wa waladahu)

Artinya:
Ya Allah, perbanyaklah harta (benda) ku dan perbanyaklah anak-anak (keturunan) ku.

Karena twaduknya Nabi Ibrahim AS saat berdo’a dan amal ibadah serta ketakwaannya, maka Allah SWT mengabulkan do’a beliau. Dikaruniakannya keturunan yang sangat baik akhlaknya, beriman dan juga taat pada kedua orang tua nya dan Allah. Puteranya tersebut adalah Nabi Ismail AS.

Bahkan Allah SWT juga menguji keimanan mereka berdua setalah Nabi Ismail AS dewasa. Bahwa dierintahkannya oleh Allah SWT pada Nabi Ibrahim AS untuk menyembelih Nabi Ismail AS. Kemudian pada saat disembelih, digantilah Nabi Ismail AS dengan kambing. Sejak saat itu maka diperintahkan pada seluruh umat islam untuk menyembelih hewan ternak (sapi, kambing atau kerbau) pada waktu idul adha.

Selain itu Nabi Ibrahim AS juga memanjatkan do’a yang diabadikan dalam Al Qur’an, yakni:


رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ
(Robbi hablii minash-sholihiin)

Artinya:
Ya Tuhan ku, anugerahkanlah pada ku keturunan (anak-anak) yang sholeh. (QS As Shaffat, ayat 100).



Leave a Reply