10 Gunung Tertinggi di Indonesia Beserta Lokasinya


Gunung di Indonesia cukup terkenal dengan ketinggiannya. Tidak hanya di dalam negeri, bahkan sampai ke mancanegara. Berdasarkan data yang ada di lapangan, terdapat setidaknya 10 gunung di Indonesia yang diakui ketinggiannya. Bahkan salah satunya, yakni Puncak Jayawijaya di Papua termasuk salah satu dari Seven Summits (7 Puncak Tertinggi di Dunia).

Sehingga banyak juga pendaki luar negeri yang sengaja datang ke Indonesia untuk menaklukkannya. Namun tidak sampai disitu saja, masih ada sembilan gunung di Indonesia yang tak kalah tingginya. Apa sajakah gunung-gunung tersebut? Berikut adalah 10 gunung tertinggi di dunia yang sering dijadikan objek mendaki.

Daftar 10 Gunung di Indonesia yang Memiliki Puncak Tertinggi

1. Puncak Jayawijaya – Papua

Puncak Jayawijaya adalah salah satu gunung yang masuk dalam barisan pegunungan Sudirman. Menurut data yang ada, Puncak Jayawijaya masuk dalam 10 gunung tertinggi di dunia urutan ke-9. Puncak Jayawijaya sendiri memiliki tinggi 4.884 meter diatas permukaan laut dan puncaknya diselimuti salju. Karena ketinggiannya itulah, Puncak Jayawijaya dikenal dengan nama Cartenz Pyramid. Masyarakat lokal sendiri sering menyebut puncak Jayawijaya sebagai Nemangkawi, Ngga Pulu atau Ndugundugu.

Selain itu, karena ketinggiannya, puncak Jayawijaya juga masuk dalam Seven Summits yang diakui di dunia. Bahkan bisa dibilang bahwa Puncak Jayawijaya adalah puncak tertinggi di benua Oceania. Oleh sebab itu banyak orang yang ingin menaklukkan puncak Jayawijaya. Orang yang pertama berhasil menaklukkannya pada tahun 1936 adalah Anton Colijn, Jean Jacques Dozy dan Frits Wissel.

2. Puncak Mandala – Papua

Sam seperti puncak Jayawijaya juga berada pada barisan pegunungan yang sama. Bahkan bisa dibilang puncak Mandala berada di bagian dekat puncak Jayawijaya. Letak dari puncak Mandala sendiri berada di timur Papua, tepatnya di perbatasan antara Papua dengan Papua Nugini. Puncak Mandala memiliki ketinggian yang mencaai 4.760 meter diatas permukaan laut. Hanya berselisih beberapa puluh meter dari puncak Jayawijaya. Puncak ini juga mempunyai julukan, yakn Juliana Top atau puncak Juliana. Dimana dulunya puncak ini juga diselimuti oleh salju sama seperti Puncak Jayawijaya.

Namun sejak pemanasan global dan suhu mulai meningkat, pada tahun 2003 salju sudah menghilang dari puncak Mandala. Meski begitu puncak Mandala ini masih ramai diminati para pendaki baik dalam negeri maupun mancanegara. Tercatat ada 5 orang yang pertama kali mendaki puncak Mandala pada tahun 1956. Orang-orang tersebut adalah Herman Verstappen, Jan de Wijn, Max Tissing, Pietter Laag dan Arthur Escher.

3. Puncak Trikora – Papua

Edikit bergesr dari barisan pegunungan Sudirman, terdapat Puncak Trikora. Puncak ini terdapat di barisan pegunungan Maoke tepatnya berada di Papua Barat. Puncak Trikora ini terkenal dengan julukan Wilhelmina Peak atau Puncak Wilhelmina. Istilah tersebut mulai digunakan sejak tahun 1963. Tinggi dari ppuncak Trikora ini mencapai 4.750 meter di atas permukaan laut. Penetapan ketinggian tersebut ditetakan menggunakan Shuttle Radar Topography Mission atau SRTM.

Tinggi ppuncak Trikora hanya berselisih 9 meter dari puncak Mandala. Sehingga dahulunya puncak Trikora juga diselimuti oleh salju. Namun pada tahun 1962 salju tidak lagi ada di punca Trikora akibat pemanasan global. Menurut data yang diperoleh, puncak Trikora pertama kali ditaklukkan pada tahun 1913. Pendakian tersebut dilakukan oleh Franssen Herderschee, Hubrecht dan Versteeg.

4. Ngga Pilimsit – Papua

Ngga Pilimsit masih berada pada kompleks barisan pegunungan Maoke di barat Papua. Letaknya juga hampir berdekatan dengan puncak Trikora yang juga berada di barisan pegunungan Maoke. Ngga Pilimsit sebenarnya juga tak jauh dari puncak Jayawijaya, yakni hanya berjarak 21 km ke arah timur laut dari sana. Titik tertinggi dari Ngga Pilimsit ini mencaai 4.717 meter di atas permukaan laut.

Ngga ilimsit sendiri memunyai julukan Mount Idenberg atau Gunung Idenburg. Julukan tersebut dipergunakan sejak zaman kolonial Belanda yang menjajah tanah Papua. Menurut kabar yang beredar, puncak Ngga Pilimsit didaki pertama kali pada tahun 1962. Orang yang pernah menaklukkannya adalah Philip Temple dan Heinrich Harrer.

5. Gunung Kerinci – Jambi

Gunung Kerinci berdada pada barisan Pegunungan Bukit Barisan di Sumatera Barat. Gunung Kerinci ini masih termasuk gunung berapi stratovolcano yang masih aktif (terakhir meletus pada 2009) dan bahkan yang tertinggi di Indonesia. Gunung berapi tertinggi di Indonesia ini dapat dijumpai di selatan kota Padang kurang lebih 130 km. Gunung Kerinci juga terkenal sebagai Taman Nasional Kerinci Seblat, dimana terdapat konservasi Badak dan harimau Sumatera. Puncak gunung Kerinci terdaat ada ketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut.

Dari atas puncak gunung Kerinci kita dapat menyaksikan pemandangan hutan lebat, kota Jambi, kota Padang dan Bengkulu. Selain itu ada sebuah kawah cantik di Gunung Kerinci dengan luas 4.800 meter persegi dengan air berwarna hijau. Sedangkan sedikit ke timur ada danau Bento yang mempunyai air yang bening dan jernih. Sedangkan dibelakangnya masih terdapat tujuh kawah cantik yang masih asli belum terjamah. Menurut data yang diperoleh, Gunung Kerinci pertama kali didaki pada tahun 1877 oleh Arend Ludolf van Hasselt dan Daniël David Veth.

6. Gunung Rinjani – Nusa Tenggara Barat

Gunung Rinjani berlokasi di Nusa Tenggara Barat, tepatnya di pulau Lombok. Gunung Rinjani juga termasuk dalam gunung berapi di indonesia yang masih aktif. Sama seperti gunung Kerinci, gunung Rinjani juga merupakan gunung berai tertinggi, hanya saja pada urutan kedua. Di area pegunungan Rinjani juga terdapat Taman Nasional Gunung Rinjani yang memiliki luas 41.330 hekatar. Bahkan akan mulai diperluas menjadi 76.000 hektar ke arah timur dan barat.

Secara fakta di laangan, gunung Rinjani memiliki tinggi mencapai 3.726 meter di atas permukaan laut. Gunung ini termasuk gunung yang paling banyak diminati pendaki baik lokal maupun mancanegara. Sebab pemandangannya sangat indah dan menakjubkan. Salah satunya adalah kawah Segara Anak yang terdapat di sana. Bahkan selain digunakan untuk mendaki, beberapa spot juga digunakan sebagai tempat syuting film-film.

7. Gunung Semeru – Jawa Timur

Semeru merupakan gunung tertinggi di pulau Jawa yang paling sering didaki. Para pendaki tersebut berasal dari mancanegara dan juga domestik. Mereka berbondong-bondong untuk menaklukkan puncak Mahameru. Banyak yang berkata bahwa untuk mencapai puncaknya kita harus menempuh medan yang sangat sulit. Puncak Mahameru berada pada ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut.

Tepat di puncak gunung Semeru terdapat kawah yang cukup indah bernama Jonggring Saloko. Kawah tersebut berada di puncak yang masih mengebulkan asap pekat gunung berapi. Disana juga dengan jelas tercium bau belerang yang cukup menyengat. Kelelahan saat mendaki gunung Semeru memang akan tersasa sekali. Namun semuanya akan terbayar saat kita menginjakkan kaki di atas sana. Orang pertama yang merasakan menginjakkan kaki di atas puncak gunung Semeru adalah Clignet di tahun 1838.

8. Gunung Sanggar – Nusa Tenggara Barat

Gunung Sanggar masih berada pada kompleks gunung Rinjani. Meski jaraknya tak terlalu jauh dengan gunung Rinjani, namun gunung Sanggar kurang populer bagi para pendaki. Entah kenapa, padahal gunung Sanggar juga termasuk gunung yang cukup cantik.

Mungkin karena gunung Rinjani lebih populer daripada gunung Sanggar. Namun sebenarnya gunung Sanggar sangat patut untuk dicoba didaki oleh para penikmat petualangan mendaki gunung. Sebab ketinggian gunung Sanggar ini bukan main-main, yakni 3.564 meter di atas permukaan laut.

9. Gunug Rantemario – Sulawesi Selatan

Gunung Rantemario terdapat di Sulawesi Selatan yang sekaligus menjadi gunung tertinggi di Sulawesi Selatan. Namun ada juga yang berselisih paham, ada yang menyebutkan bahwa gunung Rantekombola lah yang paling tinggi. Kedua gunung tersebut sejatinya masih ada pada kompleks pegunungan yang sama.

Terlepas dari itu, gunung Rantemario adalah gunung tertinggi nomor 9 di Indonesia. Tinggi dari gunung Rantemario mencapai 3.748 meter di atas permukaan laut. Masyarakat sekitar menyebut gunung Rantemario dengan julukan Bulu Rantemario.

10. Gunung Slamet – Jawa Tengah

Setelah gunung Semeru, sebenarnya gunung tertinggi di Jawa nomor dua adalah gunung Slamet. Tinggi dari gunung Slamet mencapai 3.428 meter di atas permukaan laut. Letak gunung ini terdapat di Jawa Tengah dan merupakan gunung tertinggi di Jawa Tengah. Selain itu, gunung slamet juga masih merupakan gunung berapi aktif. Diantara banyak kawah di atas gunung Slamet kawah ke-IV adalah kawah yang masih aktif sampai hari ini.

Namun kategori aktifnya hanya sebatas pada level siaga di tahun 2009. Meski begitu gunung Slamet juga merupakan objek pendakian yang cukup populer. Bahkan jika dinilai dari keindahannya, di kaki gunung Slamet ada taman wisata Baturraden yang ada di Kabupaten Banyumas. Jarak dari kabupaten Purwokerto sekitar 15 km dari pusat kota.

Leave a Reply