Mendidik Anak Secara Islami Dalam Tiga Tahapan dan Fase



Mendidik anak secara islami dapat dilakukan dalam tiga tahap. Tahap dalam kandungan, usia dini dan remaja. Setiap fase tersebut memiliki metode tersendiri dan juga teknik tertentu. Jadi tidak bisa disamaratakan menggunakan satu cara. Sehingga ada tahapan tertentu, anak dapat mendapat pendidikan dari orang tua dengan tepat. Nah, bagaimanakah cara mendidik anak secara islami? Berikut adalah penjelasan secara gamblangnya.

Mendidik Anak Secara Islami Tahap Demi Tahap

1. Mendidik Anak Secara Islami Sejak Dalam Kandungan

  • Lakukan Sholat Dhuha dan Sholat Tahajjud

    Saat bayi dalam masa awal kandungan, janin sudah mulai belajar merasa dan mengetahui perbedaan siang dan malam. Oleh sebab itu, tajamkan pembelajarannya dengan melakukan sholat dhuha di pagi hari dan tahajjud di malam hari. Selain itu, anak juga akan merasa lebih sehat dan bugar karena sang ibu rutin beraktifitas. Terutama berkaitan dengan gerak fisisk seperti sholat.

  • Bacakan Ayat-ayat Suci Al Qur’an Bersama Suami

    Ketika kehamilan masuk bulan kelima ke atas, bayi sudah mampu memakai fungsi inderanya. Bayi mulai peka dengan sentuhan, matanya sudah mulai menerawang cahaya dibalih perut ibunya dan pendengarannya mulai aktif. Oleh karena itu, bacakan ayat-ayat suci Al Qur’an saat subuh dan setelah maghrib. Karena pada waktu itulah bayi sedang dalam kondisi tenang dan beristirahat.

  • Bacakan Do’a untuk Sang Buah Hati

    Hubungan biologis ibu dengan bayinya adalah hubungan yang sangat kuat. Apa yang jadi pikiran, perbuatan dan ucapan dari sang ibu akan sampai dan dirasakan sang anak. Sehingga ada baiknya bahwa kita senantiasa berpikiran baik, menjauhi hal-hal buruk dan senantiasa berdo’a. Utamanya do’a keselamatan, kesehatan dan juga do’a agar terhindar dari godaan setan.

2. Mendidik Anak Secara Islami Sejak Dini

  • Membacakan Dongeng Kisah Islami

    Lakukan dengan rutin beberapa kegiatan berbentuk interaksi dengan anak. Bisa dengan bermain, berbicara dan mengajaknya membaca dongeng. Bermain bisa melatih syaraf motoriknya. Berbicara bisa melatih kemampuan verbalnya.

    Sedangkan membaca dongeng mengaktifkan imajinasi sang anak. Anak yang imajinasinya luas cederung menjadi cerdas, kritis dan mudah menemukan hal baru. Tentu saja hal tersebut penting dan harus dimaksimalkan sejak dini.

  • Tanamkan Ajaran Agama Sejak Dini

    Penting bagi kita orang tua untuk menanamkan ajaran agama sejak dini. Sebab pendidikan dasar yang diberikan di usia dini akan memberikan bekal sang anak untuk kehidupannya di segala macam lingkungan, situasi dan kondisi.

    Jadi selain pendidikan formal, pendidikan agama juga sangat penting. Sehingga nantinya sang anak dapat terbiasa menjalankan perintah agama dan menjauhi larangannya. Awalnya mungkin masih bingung dan asal-asalan, tai lama-lama akan terbiasa.

  • Tanamkan Akhlak, Nilai dan Norman Melalui Suri Tauladan

    Selain ilmu agama yang berupa syariat atau hukum dan tuntunannya akhlak juga penting. Sehingga sang anak tidak salah menyikapi sesuatu jika bersinggungan dengan agama, nilai dan norma. Misalkan saja dalam pergaulan, kehiduan bermasyarakat, kebiasaan dan tata krama.

    Semua itu tidak bisa ditanamkan melalui teori saja, melainkan harus dengan suri tauladan. Jadi baik ibu maupun ayah harus selalu memberi cotoh baik bagi anaknya. Utamanya dalam berakhalak dan menjunjung nilai dan norma yang ada.

3. Mendidik Anak Secara Islami Saat Remaja

  • Mengawasi Anak dari dekat dan dari Jauh

    Ada masa remaja kewajiban dar orang tua adalah mengwasi anaknya. Baik secara dekat mauun dri jauh. Utamanya pada erihal pergaulannya. Bik itu di rumah, di sekolah maupun di lingkungan masyarakat. Satu hal lagi yang perlu diperhatikan adalah pergaulan lawan jenis.

    Dimana saat tersebut adalah saat paling krusial dalam diri remaja. Salah dalam bergaul, maka masa depan anak bisa hilang. Maka sebagai orang tua, kontrol terhadap anak itu wajib, namun bukan berarti mengekang. Justru semakin dikekang, semakin mereka akan memberontak. Jadi rangkul dan ajak bicara baik-baik.

  • Jadilah Teman Bagi Anak Kita

    Meskipun anak sudah memiliki teman sebaya, anak tetap butuh sisi teman dari orang tuanya. Sisi yang mampu dan mau mengerti segala kelebihan, kekurangan, suka dan duka sang anak. Sebab masa remaja adalah masa penuh gejolak, tanpa adanya saran, arahan, motivasi dan pertimbangan anak akan kesulitan melalui masa remajanya.

    Maka peran orang tua disini sangatlah penting. Khususnya sebagai teman curhat segala sesuatu yang berkaitan dengan kehidupan remaja anaknya. Nah, untuk menjadi teman yang baik, orang tua harus banyak mengerti dan menghindari menghakimi. Memaklumi dan memaafkan bukannya menekan dan memberi beban batin ada sang anak.

  • Mulai Menanamkan Cita-cita dan Tujuan Hidup

    Setiap manusia di dunia ini memiliki rangkaian perjalanan hidup masing-masing. Pada tahap setelah remaja dan awal dewasa, anak akan dituntut untuk menentukan kehidupannya kelak. Ini adalah siklus alami yang semua orang pasti lewati. Tetapi bagi remaja yang belum mempunyai orientasi, hal-hal seperti ini belum terikirkan. Jadi sebagai orang tua, kita wajib memberikan arahan dan orientasi bagi anak.

    Terutama orientasi masa depan dan juga tujuan hidup. Suaya nantinya tidak ada enyesalan di dalam dirinya karena terlambat menyadari dan mengambil sika tentang masa depannya. Namun, meski kita punya kewajiban tersebut, tidak berarti kita boleh memaksa. Biarkan sang anak menentukan pilihan terbaik sesuai kemampuannya.

 

Jadi seperti itulah cara mendidik anak secara islami. Bukan hanya menamkan nilai-nilai agama saja, tetapi nilai-nilai lingkungan dan juga nilai-nilai kehidupan. Sehingga sanga anak tidak hilang arah dan bingung selama menjalani kehidupannya.

Sebagai orang tua kita hanya bisa berusaha dan sepenuhnya berpasrah pada Allah SWT. Semoga kita dan anak kita senantiasa dilimpahkan berkah, rahmat dan hidayah-Nya serta dijauhkan dari segal godaan setan. Amin ya rabbal ‘alamin.

Leave a Reply