Cara Budidaya Cacing Tanah dari Awal Sampai Panen


Cacing tanah (Lumbricus rubellus) merupakan salah satu jenis cacing yang meyimpan banyak manfaat dan bernilai ekonomi tinggi. Salah satunya adalah, cacing tanah memiliki kandungan protein yang sangat tinggi. Sehingga sangat cocok untuk pakan hewan seerti burung dan ikan.

Selain itu, cacing tanah juga digunkan sebagai bahan obat dan juga kosmetik. Oleh sebab itu, budidaya cacing tanah sangat potensial sebagai usaha samppingan yang menjanjikan. Pada dasarnya budidaya cacing tanah tergolong sangat mudah. Sebab cacing tanah dapat diternak dan dikembangbiakkan ditempat luas maupun sempit. Perawatannya juga sangat mudah, jadi bisa dibudidayakan oleh orang yang sibuk sekali pun.

Cara Budidaya Cacing Tanah

1. Tahap Pembuatan Bak dan Media Budidaya Cacing Tanah

Sebelum memulai budidaya cacing tanah, hal pertama yang harus disiapkan adalah bak dan media budidaya. Bak untuk budidaya cacing tanah umumnya bisa dibuat dari kotak kayu yang diberi alas terpal atau bak berupa kolam cor. Keduanya sama-sama bagusnya, tinggal sesuaikan saja dengan luas lahan budidaya yang dimiliki. Langkah-langkah membuat bak dan media budidaya cacing tanah:

  • Buatlah bak budidaya dengan ukuran panjang 50 cm, lebar 40 cm, dan tinggi 30 cm.
  • Setiap satu bak budidaya nantinya digunakan untuk menampung sekitar 1 ons (100-130 ekor) bibit cacing tanah.
  • Buat media budidaya dari campuran tanah gembur, kompos dan limbah sayur atau buah dari pasar dengan perbandingan yang sama. Tambahkan sedikit air supaya agak basah, lalu aduk agar tercampur rata dan diamkan selama 3-4 minggu.
  • Setelah itu tambahkan pupuk kandang halus dengan perbandingan 30% dan media budidaya 70%. Bila perlu tambahkan juga 1% kapur untuk mengatur pH media budidaya. PH yang baik adalah 6-7,2 dengan kelembaban 15-30% dan suhu normal 15-25 derajat celcius.
  • Isi bak budidaya dengan media tanam sampai terisi setengah. Ratakan media budidaya tetapi jangan dipadatkan.

2. Tahap Pemilihan Bibit dan Pembiakan

Setelah bak dan media budidaya cacing tanah selesai dibuat, maka selanjutnya pilih bibit cacing tanah yang akan dijadikan indukan. Bibit cacing tanah yang akan kita gunakan adalah yang berjenis “Lumbricus rubellus”. Bibit bisa didapat dengan mencari sendiri atau membelinya di toko pakan ikan dan burung. Saat memilih bibit, perhatikan beberapa hal seperti:

  • Pilih indukan bibit yang berukuran besar dan tanpa luka.
  • Ambil dan pisahkan bibit sebanyak 1 ons (100-150 ekor).
  • Masukkan perlahan semua bibit ke dalam bak budidaya secara merata.
  • Semprot dengan sprayer pada media budidaya agar sedikit lembab.
  • Tutup dengan plastik hitam atau daun pisang untuk menghindari penguapan sehingga media tanam tidak cepat kering.

3. Pembuatan dan Pemberian Pakan

Cacing tanah umunya mempunyai daya makan yang cukup tinggi. Sehingga setiap satu ekor cacing tanah bisa mengahabiskan makanan sebesar ukuran tubuhnya. Jadi untuk satu bak budidaya yang berisi 1 ons cacing tanah juga harus disediakan pakan sebanyak 1 ons. Pakan untuk cacaing tanah bisa diberikan dalam bentuk larutan atau bubur. Cara membuatnya seperti ini:

  • Pakan cacing tanah terbuat dari kotoran hewan halus. Jadi siapkan kotoran ayam, sapi, atau kambing. Bebas, cari saja yang mudah didapat.
  • Buat bubur pakan dari air dan kotoran hewan halus dengan perbandingan sebanyak 1:1.
  • Taburkan bubur pakan secara merata pada 2/3 bagian dari bak budidaya.
  • Jika ingin hasil telur atau kokon yang melimpah, berikan pakan kotoran hewan dan kompos hijau dengan perbandingan 30 : 70 atau campuran dedak, konsentrat dan air dengan perbandingan 1/2 : 1/2 : 1.
  • Berikan pakan sekali sehari pada waktu pagi hari saja.

4. Perkembangbiakkan Cacing Tanah

Pada dasarnya cacing tanah adalah hewan hermaphrodite (berkelamin ganda) tetapi tidak bisa membuahi diri sendiri. Sehingga pembuahan dilakukan oleh bantuan cacing lain. Setelah masa kawin selesai, maka akan muncul telur/kokon yang berbentuk butiran sebesar pentol korek. Biasanya kokon diletakkan di tempat lembab, dan akan menetas dalam 14-21 hari.

Masa untuk cacing siap berkembangbiak adalah pada umur 2-3 bulan. Satu ekor cacing tanah umumnya bisa menghasilkan 4-7 ekor anakan cacing tanah. Rasio rata-rata bertelurnya adalah 1-2 telur per 7-10 hari, atau dengan kata lain mencapai 1000 ekor anakan/tahunnya.

5. Perawatan Cacing Tanah

Perawatan dan pemeliharaan cacing tanah sangatlah mudah. Tidak perlu terlalu diperhatikan tetapi jangan lantas dibiarkan tanpa konrol. Lakukan kontrol ringan setiap hari saat memberi pakan pada cacing tanah. Beberapa hal yang bisa dilakukan dalam merawat cacing tanah adalah sebagai berikut:

  • Hindarkan wadah dari panas matahari langsung. Letakkan di tempat teduh agar media tanam tidak cepat kering.
  • Hindarkan pula bak budidaya dari hujan dengan menutupnya menggunakan terpal atau plastik, supaya air hujan tidak menggenangi media budidaya.
  • Atur dan kontrol kelembaban media budidaya. Berikan percikan air dengan penyemprot/sprayer setiap hari.
  • Hindarkan bak budidaya dari gangguan predator, seperti semut, cicak, tikus, lintah, kecoa, dan predator lainnya.
  • Tutup bagian atas bak budidaya dengan kasa/kawat halus supaya cacing tidak dimangsa ayam atau burung.
  • Bila ingin mudah memanennya, pindahkan indukan siap menetas setelah 2 minggu masa budidaya pertama. Sehingga saat sudah bertelur cacing tanaah bisa dipanen tanpa susah mensortirnya lagi.
  • Cacing yang berusia 2,5-3,5 bulan sudah bisa dijadikan sebagai indukan/bibit.
  • Sebaliknya, untuk cacing yang sudah berumur 7 bulan ke atas adalah cacing tanah yang tidak produktif, sehingga bisa dijual untuk pakan ternak.

6. Masa Panen Cacing Tanah

Cacing tanah umumnya siap di panen mulai dari umur 2,5 bulan sampai 7 bulan ke atas. Cacing tanah umur 2,5-3,5 bulan bisa dijual sebagai bibit/indukan. Sedangkan cacing tanah yang berumur 3,5-7 bulan bisa dijual sebagai bahan baku pakan ternak seperti pelet lele, pakan ayam, ikan, dll. Sedangkan pada umur 7 bulan keatas dapat dijual untuk bahan baku kosmetik.

Dalam pemanenannya, sebaiknya cacing tanah disortir menjadi dua jenis. Jenis unggul merupakan hasil panen cacing tanah yang sudah mencapai ukuran 7-10 cm. Sedangkan jenis menengah adalah cacing yang berukuran 4-6 cm. Biasanya cacing tanah ukuran sedang cocok digunakan untuk umpan memancing dan pakan ternak. Sedangkan jenis unggul biasanya dibuat menjadi tepung cacing tanah untuk dipakai sebagai bahan baku kosmetik atau pelet dan pour.

Leave a Comment