Cara Melatih Anak Berjalan Stimulus, Penyebab, Penanganan


Cara melatih anak berjalanSebagian
Besar orang tua menghendaki anaknya bisa berjalan dengan cepat. Sehingga beberapa upaya dilakukan untuk membuat sang anak bisa segera menginjakkan kakinya untuk bergerak. Namun beberapa orang tua masih belum begitu paham. Anak pada umumnya dapat berjalan pada usia bervariasi antara 9-18 bulan.

Namun ketika anak masuk usia 15-18 bulan namun belum bisa berjalan, biasanya ada gangguan motorik kasar pada anak. Maka sebaiknya terapkan beberapa cara melatih anak berjalan, supaya motorik kasarnya terasah dengan baik. Utamanya pada sensor syaraf gerak dan vestibularis. Hal-hal seperti ini dapat dilihat dengan jelas pada tahapan usia-usia tertentu.

Tahap Perkembangan Motoris Kasar Anak Sebelum Bisa Berjalan

Dalam tahapan berjalan, anak akan mengalami empat tahap pokok. Dimana setiap tahapan tersebut terbagi menjadi beberapa rentang usia. Dari beberapa rentang usia tersebut daat dilihat kendala dan juga pencapaian normal kemampuan motorik kasar pada anak. Berikut ini adalah empat tahapan tersebut:

  • 6-12 Bulan. Duduk dan merangkak dengan bertumpu pada dua lututnya.
  • 12-18 Bulan. Berdiri dengan cara bertopang pada perabot rumah, dinding atau anak tangga. Normalnya anak sudah bisa berjalan 2-3 langkah dengan lama berjalan sekitar 10-12 menit.
  • 18-24. Anak sudah mulai berjalan tanpa kesulitan sambil menarik mainannya, bahkan anak sudah tahu cara naik turun bangku/anak tangga tanpa bantuan dan berjalan mundur.
  • 24-36. Pada tahapan ini anak sudah lancar berjalan, mampu berjinjit dan juga naik turun tangga dengan satu kaki.

Jika anak dalam usia 18 bulan ke atas masih belum bisa berjalan, ada beberapa penyebab yang mendasarinya. Karena pada saat usia tersebut anak seharusnya sudah mampu berjalan tanpa bantuan. Maka sebagai orang tua kita harus mengidentifikasi masalah pada anak. Kemudian selanjutnya kita dapat memberikan stimulus khusus. Selain itu kita juga bisa menerapkan beberapa cara melatih anak berjalan agar sang anak bisa segera memiliki kemampuan motorik.

Faktor-faktor yang Menyebabkan Anak Telat Berjalan

Sebenarnya ada banyak hal yang menyebabkan anak sulit berjalan. Tidak hanya masalah motorik saja, tetapi juga masalah psikologis yang dialami oleh anak. Namun pada umumnya faktor-faktor penyebab anak telat berjalan adalah sebagai berikut:

  • Faktor keturunan. Biasanya anak yang telat berjalan adalah anak yang orangtuanya dulu juga seperti itu. Mungkin ada sedikit bawaan gen yang menurun, khususnya pada sistem motorik kasar, sehingga anak mengalami masalah telat berjalan.
  • Kurangnya keinginan dan dukungan. Salah satu faktor utama dari telatnya anak berjalan adalah keinginan dan dukungan. Anak yang tidak aktif cenderung sulit berjalan. Terlebih lagi jika tidak mendapat dukungan dari orang tua, baik dukungan motivasi maupun latihan untuk mengasah motorik kasarnya.
  • Kondisi kesehatan anak. Anak yang mengalami masalah neurologis cenderung sulit berjalan. Selain itu anak dengan riwayat prematur dan gizi buruk juga akan sulit berjalan di usia normal sudah berjalan. Beberapa penyakit berat juga mampu mempengaruhi tahapan berlatih berjalan pada anak.
  • Anak berkebutuhan khusus. Pada anak berkebutuhan khusus, tahapan mulai berjalan akan terjadi lebih lambat. Karena dari segi mental dan psikologis belum siap untuk berjalan normal, maka harus diasah dan dibantu.
  • Lingkungan pergaulan. Anak yang menyendiri akan cenderung lambat untuk bisa berjalan. Karena anak tidak mendapatkan contoh bagaimana anak lainnya berjalan. Jadi pentig untuk membiasakan anak bergaul dan belajar dengan mengamati anak lainnya.
  • Bentuk dan berat badan. Berat badan yang berlebih akan membuat anak telat berjalan, karena daya toang kaki belum kuat untuk mengangkat beban tubuh yang cuku berat. Selain itu bentuk kaki yang proporsional akan membuat anak cepat menyeimbangkan tubuhnya.

Nah, untuk mengatasi keterlambatan anak dalam melatih motorik kasar, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Fungsinya sebagai pendamping stimulus dan cara melatih anak berjalan secara perlahan-lahan.

Penanganan untuk Anak yang Telat Berjalan

Nah,bagi para orang tua yang mempunyai anak yang sudahmasuk usia berjalan tapi masih sulit berjalan, jangan khawatir. Beberapa cara yang patut ayah-bunda coba adalah sebagai berikut:

  • Perhatikan kesiapan anak. Jika anak sudah bisa mengangkat dirinya dari duduk ke posisi berdiri, tandanya sudah ada kesiapan berjalan pada anak. Berikan ruang lebih untuk belajar, misalkan dengan menatakan ruangan yang disekitarnya penuh perabot rumah tangga untuk bantuan berpegangan dalam berdiri.
  • Setelah berdiri, anak kesulitan duduk kembali. Jika hal tersebut terjadi, ajarkan anak posisi duduk dan bangkit. Terutama dalam hal menggunakan dan menekuk lututnya.
  • Bimbing anak berjalan mengarah pada kita. Posisikan anak dan kita saling berhadapan. Lalu bimbing anak dengan memegang tangan kita secara perlahan ke arah kita.
  • Ajak anak bermain dengan mobil-mobilan. Biasanya anak akan bersemangat mengejar mainan yang sedang berjalan atau mearik mainan dibelakangnya. Secara tidak langsung anak akan mulai berlatih berjalan dalam suasana hati yang riang.
  • Jika anak benar-benar sangat kesulitan berjalan jangan dipaksakan. Memaksakan berjalan pada anak justru akan membuat anak malas dan merasa tidak mau untuk mencoba. Akibatnya nak jarang berlatih dan mengalami keterlambatan dalam berjalan.

Jika penanganan tersebut sudah dilakukan, maka selanjutya tinggal melakukan stimulus terhada anak. Stimulus ini sebagai bagian dari cara melatih anak berjalan ada tahap akhir. Hal-hal yang bisa kita lakukan adalah sebagai berikut:

Stimulus untuk Anak yang Telat Berjalan

Jika sang anak sudah menunjukkan tahaan berjalan yang lebih baik, coba tambahkan stimulus pada anak. Stimulus-stimulus tersebut bisa diberikan secara rutin. Nah, stimulus-stimulus tersebut diantaranya adalah:

  • Bimbing anak untuk berlatih duduk-berdiri dan berdiri-duduk. Latihan stimulus ini diperuntukkan untuk melatih motorik kasar pada kaki. Utamanya bagian lutu yang berfungsi untuk mendorong dan menopang tubuh.
  • Ajarkan anak merangkak dan menapaki tangga. Latijhan seerti ini sangat bereran besar pada sistem gerak motorik tangan-kaki. Sehingga ketika kaki mulai menaak, tagan akan menoang tubuh dalam posisi berdiri.
  • Berjalan dengan sedikit bantuan. Stimulus ini sangat penting untuk meyakinkan si anak bahwa berjalan adalah hal yang mudah. Jika bimbingan seperti ini dilakukan, maka anak akan segera merasa nyaman untuk berlatih berjalan.
  • Biarkan dia berjalan semaunya. Berjalan semaunya, sempoyongan dan asal-asalan dapat membuat anak menjadi aktif dan belajar secara otodidak. Sehingga anak akan menemukan cara berdiri dan berjalan menurut kenyamanan dirinya. Hal ini penting untuk melatih daya berpikir dan berlatih pada anak.
  • Ajak si anak bermain di rerumputan. Cara terbaik stimulus berjalan adalah dengan menapak pada tanah dengan telapak kaki. Hal ini akan memberi rangsangan pada saraf tepi dan motorik kasar pada anak, sehingga anak akan merasa ingin berlatih berjalan. Apabila dia jatuh, rumput tidak akan membuatnya sakit, jadi aman dari resiko benturan pada bidang keras.

Leave a Comment