10 Cara Membuat Anak Kembar dan Faktor Pendukungnya


Memiliki bayi kembar yang menggemaskan bisa jadi adalah salah satu keinginan pasangan suami istri yang sudah menikah. Banyak diantaranya baik yang mempunyai jalur genetika kembar atau tidak, juga memiliki keinginan tersebut. Hal itu tidaklah mustahil terjadi bahkan untuk yang di keluarganya tidak ada jalur keturunan kembar sama sekali.

Sebab pada genetika manusia, umumnya terdapat 3% kemungkinan untuk mempunyai anak kembar. Bahkan itu bisa diperbesar lagi jika melakukan beberapa program yang mendukung kelahiran anak kembar. Program tersebut bisa dilakukan oleh setiap pasangan yang hendak memiliki anak kembar, dilakukan sebelum dan selama proses kehamilan.

1. Memperbanyak Asupan Asam Folat

Rutin mengkonsumsi makanan sehat yang tinggi asam folat dapat meningkatkan rasio kelahiran anak kembar. Asam folat mempunyai kandungan nutrisi dan gizi alami yang sangat tinggi. Asam folat berperan penting dalam pertumbuhan sel dan jaringan.

Sehingga jika mengkonsumsi asam folat dapat memicu pembelahan pada sel telur saat dibuahi dan menghasilkan bayi kembar. Selain itu, asam folat juga daat mengurangi resiko bayi lahir cacat akibat ertumbuhan sel yang tidak semurna dalam rahim.

Oleh sebab itu rajinlah mengkonsumsi makanan yang mengandung asam folat tinggi beberapa minggu sebelum menetapkan program kehamilan bayi kembar. Lakukan terus program tersebut saat hamil juga. Sebab hal tersebut bisa meningkatkan rasio kelahiran anak kembar yang cukup tinggi. Namun perlu diingat, tidak boleh mengkonsumsi asam folat diatas 1000 mg/hari.

2. Penuhi Kecukupan Gizi Harian yang Seimbang

Pemenuhan gizi harian juga harus diperhatikan bagi ibu hamil, baik yang ingin bayi kembar atau tidak. Gizi yang terpenuhi dan seimbang mempengaruhi kinerja hormon kehamilan dan suplai makanan bagi janin.

Pada umumnya, kelahiran anak kembar terjadi pada ibu yang mempunyai kecukupan gizi yang tinggi. Sehingga pertumbuhan sel dalam tubuhnya sangat baik. Hal itulah yang dapat memicu kemungkinan bayi kembar jauh lebih tinggi dibanding yang lain.

Namun perlu diingat, gizi cukup dan seimbang bukan berarti berlebihan. Itu yang salah diartikan oleh kebanyakan calon ibu. Menjaga berat badan ideal dan menghindari obesitas juga sangat penting. Lakukan juga olahraga ibu hamil secara rutin, agar si janin bisa sehat dalam kandungan.

3. Menambah Porsi Makanan Olahan Susu

Selain gizi seimbang, khusus untuk ibu hamil juga sangat disarankan memperbanyak makanan olahan susu. Makanan olahan susu yang mudah didapatkan adalah yoghurt, keju atau es krim.

Olahan susu yang sudah melalui proses fermentasi tersebut mempunyai beberapa manfaat. Salah satunya adalah memperbanyak bakteri baik dalam usus, sehingga nutirisi bisa diolah dan diserap dengan sempurna bagi janin dan juga ibunya. Selain itu, olahan susu juga bisa mengatasi konstipasi dan sembelit yang terjadi saat hamil.

Olahan susu juga dipercaya dapat membuat rasio kelahiran anak kembar meningkat. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa protein di dalam olahan susu sangat dibutuhkan oleh sel-sel dalam tubuh. Sehingga pada kasus ibu hamil, bisa juga terjadi kemungkinan lahirnya anak kembar.

4. Melahirkan di Usia 35-40 Tahun

Pada sebuah penelitian yang dilakukan oleh ahli kandungan meyatakan bahwa rasio kelahiran bayi kembar bisa terjadi pada usia ibu hamil antara 35-40 tahun. Bahkan bisa dikatakan rasionya jauh lebih besar daripada saat kehamilan usia 20-25 tahun.

Meski begitu, kehamilan pada usia tersebut juga mempunyai resiko terendiri. Biasanya faktor kesehatan yang mempengaruhinya. Sebab pada umumnya pada usia tersebut, wanita mulai banyak mengalami masalah kesehatan bak ringan maupun sedang. Sehingga banyak praktisi kesehatan, khususnya aak dan kandungan menyarankan agar berhati-hati jika ingin mengambi program kehamilan di usia tersebut.

Namun jika ingin mengambilnya, usahakan menjaga kesehatan dari sejak dini. Terapkan hidup sehat di usia muda. Jika kondisi sehat, maka kehamilan pada usia tersebut masih bisa dimungkinkan. Namun tetap harus dilakukan pendampingan dari dokter anak dan kandungan.

5. Hamil Lagi di Saat Masih Menyusui

Kondisi kehamilan lagi di saat masih menyusui dapat meningkatkan rasio keturunan kembar. Hal ini didasarkan pada kebanyakan kasus yang terjadi pada beberapa ibu hamil yang saat itu bersamaan dengan menyusui.

Beberapa faktor hormonal wanita saat hamil dipercaya dapat memicunya. Jadi kalau ingin memiliki anak kembar, bisa juga dicoba program kehamilan seperti ini. Terlebih lagi saat hamil yang kedua, sebab kehamilan bayi kembar butuh kondisi kesehatan yang ekstra daripada kehamilan biasa.

6. Banyak Makan Umbi-umbian

Umbi-umbian juga dipercaya dapat membuat kemungkinan anak akn lahir kembar. Seperti yang diungkap dalam sebuah penelitian tentang sebuah suku di afrika. Dimana suku tersebut selalu mengkonsumsi ubi jalar dan rasio keturunan kembar di sana sangat tinggi, yakni 4 kali rasio kelahiran pada umumnya.

Hal itu dikarenakan kandungan alami dalam ubi jalar dipercaya dapat membuat ovulasi pada ovarium terjadi ganda. Sehingga saat proses pembuahan terjadi dua telur yang dibuahi. Akibatnya kelahiran kembar memiliki kemunginan yang cukup tinggi.

7. Menghentikan Penggunaan Pil KB

Seperti yang sudah diketahui bersama, pil KB digunakan untuk menekan jumlah kelahiran anak. Jika sang ibu mengkonsumsi pil KB, saat terjadi pembuahan, sperma akan dilemahkan dengan kandungan yang ada dalam pil tersebut.

Sehingga proses pembuahan tidak terjadi karena sperma tidak bisa mencapai indung telur. Selain itu, pil KB juga melemahkan produksi telur dalam ovarium sehingga ketika berhasil dibuahi pun kemungkinan juga tidak berhasil. Nah, itulah yang membuat secara tidak langsung produksi indung telur di tekan.

Saat berhenti mengkonsumsinya, maka produksi indung telur akan dipaksa kembali normal oleh hormon. Sehingga bisa saja terjadi produksi ganda, tentu saja akan meningkatkan rasio lahirnya anak kembar.

8. Mengkonsumsi Suplemen Kehamilan

Cara yang ini bisa dibiang mempunyai rasio yang tinggi, sebab asupan kehamilan ini sudah dirancang untuk membuat terjadinya kelahiran bayi kembar. Salah satu suplemen kehamilan tersebut adalah Clomiphene Sitrat.

Suplemen ini mendorong hormon dalam tubuh wanita untuk menghasilkan telur ganda. Sehingga saat ovarium mengeluarkan telur ganda, maka kemungkinan besar saat ovulasi terjadi, maka dua telur bisa dibuahi bersamaan. Jadi rasio kesuksesan untuk kasus seperti ini sangat tinggi.

9. Program Bayi Tabung

Program bayi tabung sudah sangat umum dilakukan bagi pasangan yang ingin memiliki momongan dan belum kunjung diberi momongan. Biasanya program ini dilakukan setelah segala macam usaha sudah dilakukan tetapi belum membuahkan hasil.

Cara ini juga bisa dipakai untuk kelahiran bayi kembar. Jika cara ini dipakai, rasio tersebut bisa mencapai sekitar 80%.

10. Program Inseminasi Intracytoplasmic

Program ini mungkin agak belum terlalu sering di ketahui oleh pasangan yang ingin punya omongan. Program ini memunginkan untuk mendapatkan momongan dengan rasio 80-85%.

Dalam inseminasi intracytoplasmic, sangat dimungkinkan lebih dari satu embrio bisa diletakkan dalam rahim. Sehingga bisa juga diterapkan untuk memperoleh bayi kembar. Tetapi cara ini harus melalui program ketat dari dokter, sama halnya dengan bayi tabung.

Faktor-faktor yang Memperbesar Rasio Memiliki Anak Kembar

Sebenarnya banyak sekali faktor-faktor yang dapat mempengaruhi rasio lahirnya anak kembar. Setidaknya ada 4 faktor pemicu lahirnya anak kembar.

Faktor Genetik

Secara umum kasus tersebut disebabkan oleh faktor genetik. Orang yang mempunyai jalur keluarga kembar punya kecenderungan memiliki anak yang kembar pula, bahkan sampai 30-40%.

Tempat tinggal

Pada beberapa kasus tertentu, tempat tinggal juga mempengaruhi. Orang yang tinggal di daerah dengan kasus kelahiran kembar terbanyak juga punya kecenderungan sama. Misalkan penduduk Igbo-Ora – Nigeria, Candido Godoi – Brasil, Buzim – Bosnia Herzegovina dan Desa Kodinhi – India. Disana rasio lahir anak kembar adalah 32/1000 kelahiran atau 30% dari penduduk daerah tersebut.

Pernah Melahirkan Bayi Kembar

Bagi ibu yang penah melahirkan bayi kembar, resiko terjadinya kelahiran anak kembar lagi juga sangat besar. Biasanya hal itu karena pengaruh hormonal yang seolah melakukan duplikasi terhadap kebiasaan kelahiran sebelumnya.

Obesitas atau Kelebihan Berat Badan

Pada beberapa kasus, orang tua yang menderita obesitas melahirkan bayi kembar lebih banyak dibandingkan orang normal. Namun secara medis, itu hanya terjadi jika orang tersebut punya riwayat jalur keluarga kembar. Jika tidak, kemungkinannya juga sama dengan orang normal pada umumnya.

Leave a Comment