Cara Membuat Surat Kuasa dan Contoh Surat Kuasa


Surat kuasa adalah surat yang berisi keterangan bahwa seseorang telah memberikan kewenangan pada orang lain untuk melakukan hal /urusan tertentu sesuai dengan isi surat kuasa tersebut. Sehingga si pemegang kuasa (yang diserahi surat kuasa) memunyai wewenang sama dengan si pemberi kuasa (pembuat surat kuasa).

Jenis surat yang satu ini memang memiliki kedudukan yang tinggi dibandingkan surat biasa. Sebab didalam surat kuasa disematkan pula materai sebagai tanda legalitas hukum sebuah surat/dokumen penting. Maka sebaiknya hati-hati untuk mempercayakan sebuah wewenang kepada orang lain melalui surat kuasa.

Macam-macam Surat Kuasa

Sebenarnya surat kuasa terbagi menjadi beberapa macam. Namun secara umum surat kuasa bisa dikelompokkan berdasarkan siapa yang memberi kuasa dan tipe surat kuasanya.

Surat Kuasa Berdasarkan Pemberi Kuasanya

Surat kuasa berdasarkan pemberi kuasa dibagi menjadi tiga macam, yakni surat kuasa perseorangan, surat kuasa dinas, dan surat kuasa istimewa.

Surat Kuasa Perseorangan

  • Surat ini sifatnya pribadi/perseorangan. Ditujukan dari pemberi kuasa perseorangan pada penerima kuasa yang ditunjuknya.
  • Contohnya: Surat kuasa pengambilan gaji/pensiunan, pengambilan barang pesanan dan barang penting, membayar pajak kendaraan bermotor, dan lain-lain.

Surat Kuasa Dinas

  • Surat ini sifatnya resmi dengan kop surat yang jelas. Ditujukan dari pemberi kuasa berwenang seperti dinas, perusahaan, atau lembaga pada penerima kuasa yang ditunjuknya.
  • Contohnya: Surat kuasa pencairan dana, pengambilan dokumen penting dan rahasia, dan lain-lain.

Surat Kuasa Istimewa

  • Surat ini sifatnya juga resmi dengan kop surat yang jelas dan dasar hukum khusus. Ditujukan dari pemberi kuasa berwenang seperti pengadilan, penegak hukum, atau lembaga berdasar hukum khusus pada penerima kuasa yang ditunjuknya.
  • Contohnya: Surat kuasa pemanggilan terdakwa dan saksi, penggeledahan, penyitaan barang/aset dan lain-lain.

Surat Kuasa Berdasarkan Tipe Surat Kuasanya

Surat kuasa berdasarkan tipe surat kuasa dapat digolongkan menjadi dua macam, yakni surat kuasa formal dan surat kuasa nonformal.

Surat Kuasa Formal

  • Surat ini sifatnya resmi dan menyertakan materai. Biasanya surat ini digunakan untuk menjalankan urusan yang prosedural dan administratif.
  • Contohnya: Surat kuasa pembayaran pajak dan memperpanjang plat nomor kendaraan bermotor.

Surat Kuasa Nonformal

  • Surat ini sifatnya tidak resmi dan tidak menyertakan materai, namun tetap sah karena dibubuhi tanda tangan yang bersangkutan. Biasanya surat ini digunakan untuk urusan yang sederhana tanpa melalui proses prosedural dan administratif.
  • Contohnya: Surat kuasa pengambilan dan penjualan barang.

Membuat Surat Kuasa

Membuat surat kuasa sangatlah mudah dan tidak serumit yang dikira. Asalkan surat kuasa yang dibuat memenuhi unsur-unsur penyusunnya, maka legalitasnya diakui dimata hukum. Unsur-unsur surat kuasa yang sah adalah sebagai berikut.

  • Menyertakan identitas lengkap si pemberi kuasa.
  • Menyertakan identitas lengkap si penerima kuasa.
  • Mencantumkan dengan jelas tujuan dibuatnya surat kuasa dan wewenang apa yang diberikan.
  • Mencantumkan tempat, tanggal, bulan, tahun dibuatnya surat.
  • Mebubuhkan tandatangan dan nama terang dari si pemberi kuasa dan penerima kuasa.
  • Menempelkan materai sah atau bila perlu stempel yang legal
  • Menyertakan catatan khusus bila diperlukan. Misalnya saja jangka waktu pemberian kuasa atau pembatasan wewenang.

Hal-hal Lain yang Harus Diperhatikan Saat Membuat Surat Kuasa

Sebenarnya surat kuasa yang sudah dibuat berdasarkan unsur di atas sudah lengkap dan sah. Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membuat surat kuasa.

  • Surat dibuat dengan sadar dan ditandatangani di atas materai dan stempel tanpa ada paksaan dari pihak manapun.
  • Surat kuasa perseorangan tanpa kop. Surat kuasa dinas menggunakan kop bernomor.
  • Surat dinyatakan sah apabila sudah dibubuhkan tandatangan yang bersangkutan.
  • Mencantumkan stempel diperbolehkan jika sangat diperlukan. Misalkan saja surat untuk keperluan administrasi dengan dinas/instansi.
  • Penggunaan kalimat adalam surat kuasa harus jelas, singkat, juga tidak ada kekeliruan di dalamnya. Tujuannya agar mudah dipahami dan tidak bermasalah dikemudian hari.

Contoh Surat Kuasa

Berikut ini adalah contoh surat kuasa secara umum. Isi bagian kosong atau ubah beberapa bagian sesuai kebutuhan.

 

SURAT KUASA

Yang bertanda tangan dibawah ini,

Nama : ­­­­­­­­­­-
Pekerjaan : ­­­­­-
Alamat : ­­­­­­­­-

Dengan ini memberikan kuasa kepada

Nama : ­­­­­­­­­­-
Pekerjaan : ­­­­–
Alamat : ­­­­­­­–

Untuk ­­­­­­­­­–. Demikian surat kuasa ini saya buat dengan sungguh-sungguh, sadar dan tanpa paksaan dari siapa pun. Saya harap surat kuasa ini dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Surakarta, 1 Januari 2016

Pemberi kuasa                      Penerima kuasa

Materai Rp6.000,-

( ­­­­­­­­­­­­­—- )                                     ( —- ­­­­­­­­­­­­­­)

Leave a Comment