Ciri Anak Tipe Kinestetik dan Cara Menyikapinya


Ciri Anak Tipe Kinestetik Dalam mempelajari suatu hal, manusia memiliki kecenderungan tipe gaya belajar tertentu. Ada yang suka mempelajari sesuatu dengan praktek atau melakukan percobaan. Sebab menurutnya jika dilakukan dengan hal tersebut akan membuatnya lebih mudah memahami hal tersebut.

Tipe tersebut dinamakan tipe kinestetik. Kemampuan belajar dengan tipe seperti ini cenderung terjadi pada anak yang aktif, kritis dan suka belajar dengan praktek. Tentu ini termasuk salah satu ciri-ciri yang baik dan normal. Namun sering kali anak tipe kinestetik dianggap sebagai anak ADHD (attention deficit hyperactivity disorder) atau anak hiperaktif.

Memahami Anak Tipe Kinestetik

Baik orang tua atau guru di sekolah sebaiknya memahami lebih dalam tentang anak tipe kinestetik. Salah satu yang paling penting adalah kinestetik bukanlah gangguan atau kekurangan dari si anak, melainkan hanya sebuah cara mengekpresikan dirinya saja.

Kemudian perlu dipahami juga bahwa kinestetik juga mempunyai level kecerdasan yang berbeda-beda. Ada yang dominan pada kemampuan fisik dan motorik, ada juga yang tidak terlalu. Namun pada umumnya, anak tipe kinestetik dianugerahi kecerdasan dan kemampuan pada cerebellum, thalamus, ganglion utama dan juga bagian otak yang berfungsi motorik.

Sehingga bagian korteks motor otak secara otomatis mengendalikan gerakan tubuh si anak. Pada umunya anak tipe kinestetik menunjukkan keterampilan menggunakan jari (motorik halus) dan anggota gerak lainnya (motorik kasar). Kemampuan tersebut terlihat pada saat menggambar, meyusun puzzel, atau mengambil benda-benda.

Ciri-ciri Anak Tipe Kinestetik

Kinestetik merupakan gaya belajar yang menekankan pada gerakan, menyentuh dan melakukan. Sehingga anak tipe kinestetik memiliki kecenderungan untuk suka menyentuh, merasakan dan memegang sesuatu. Biasanya si anak juga menyukai kegiatan yang melibatkan gerakan juga sangat mudah mengenali dan menghafal sesuatu dari bentuknya. Secara khusus, biasanya anak dengan tipe kinestetik menunjukkan sikap-sikap tertentu seperti.

  • Anak dengan tipe ini mempunyai rentang perhatian yang pendek.
  • Sedikit bicara dan berbicaranya dengan perlahan.
  • Biasanya tulisannya jelek / kurang bagus dibandingkan orang lain.
  • Lebih suka menggunakan jarinya untuk menunjuk sesuatu daripada menjelaskan.
  • Menyukai permainan yang menarik dan meyibukkan.
  • Selalu ingin bergerak dan dan menunjukkan aktifitas fisik.
  • Sering menggunakan isyarat tubuh dalam berbagai hal.
  • Susah diam dalam waktu yang cukup lama.
  • Susah mengingat sesuatu yang belum atau tidak pernah dilakukannya.
  • Sangat gemar belajar melalui praktek.
  • Sangat menyukai aktifitas fisik seerti olahraga, menari atau permainan ketangkasan (outbond).

Cara Menyikapi Anak Tipe Kinestetik

Setelah memahami tentang anak tipe kinestetik dan juga ciri-ciri anak tipe kinestetik, selanjutnya upaya apa yang bisa kita lakukan untuk menyikapi gaya belajar anak tipe ini?

Tentu saja dengan memberikan pembelajaran sesuai dengan tipe yang dimilikinya. Sebagai orang tua kita juga harus mengembangkan potensi anak dengan menerapkan hal-hal berikut ini.

  • Ajak dia mengekspresikan dirinya dengan menari, melompat-lompat atau bermain permainan menyusun benda.
  • Ajak untuk melakukan permainan fisik di luar ruangan, seperti petak umpet, kejar-kejaran, menendang atau melempar bola.
  • Libatkan anak dalam aktifitas yang menarik, seperti menari, bermain drama, olahraga atau melukis.
  • Sediakan mainan kreatif di rumah, bisa lilin/malam, tanah liat atau mainan blok susun.
  • Berikan beberapa tugas rumah ringan pada anak. Misalkan saja menyapu, memasak, menata meja makan, membersihkan halaman, berkebun atau membuang sampah.
  • Sesekali ajak dia pergi ke taman. Biarkan dia bermain seluncuran, ayunan, membuat istana pasir dan lain-lain.

Kesimpulan

Anak dengan tipe kinestetik mempelajari sesuatu dengan melibatkan aktifitas fisik. Anak dengan tipe kinestetik cenderung tidak bisa diam dalam waktu yang cuku lama. Diia selalu terlihat aktif, kritis dan banyak bertanya. Namun jangan cepat menyimpulkan anak seperti ini adalah ADHD, bisa jadi si anak memang mempunyai tipe kinestetik.

Sehingga sebaiknya fasilitasi kemampuan anak tersebut dengan beberapa perlakuan khusus. Misalkan saja dengan membuat suasana belajar sepert bermain dengan alat peraga, tidak memaksakan belajar dengan membaca berjam-jam, juga memperbanyak aktifitas dan eksplorasi di luar rumah.

Leave a Comment