Makanan Pendamping ASI untuk Bayi 6 Bulan Ke Atas


Makanan pendamping ASI sangat penting untuk menambah gizi pada bayi. Selain itu, makanan pendamping ASI juga diberikan sebagai pengenalan makanan pada bayi. Sehingga setelah masuk masa penyapihan atau penghentian ASI setelah usia 2 tahun, bayi tidak terlalu sulit makan-makanan lain. Karena sebelumnya sudah dilatih dan terbiasa dengan makanan lain seerti buah dan sayur.

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Saat Memberikan Makanan Pendamping ASI

Ada beberapa hal yang pelu diperhatikan mengenai pemberian makanan pendamping ASI. Pertama, makanan pendamping ASI harus diberikan di atas usia 6 bulan. Terlalu dini mengenalkan makanan justru tidak bagus. Sebab diusia yang belum genap 6 bulan, sistem pencernaan bayi masih belum bekerja sempurna. Jika salah dalam memberikan makanan, justru dapat menimbulkan masalah pencernaan, seperti sembelit, perut kembung atau mencret.

Selain itu, ada 3 hal yang perlu diperhatikan saat pemberian makanan pendamping ASI. Tiga hal tersebut adalah jenis makanan, tekstur makanan dan porsi makanan tersebut. Jenis makanan harus diperhatikan, apakah itu cair ataukah padat. Sedangkan teksturnya lunak ataukah keras. Semua itu harus diatur porsinya berdasarkan kebutuhan gizi dan juga kesiapan bayi. Tentu saja tidak bisa serta-merta, harus bertahap dan terkontrol.

Cara Mengenalkan Makanan Pendamping ASI pada Bayi

Pertama berikan satu jenis makanan pada bayi. Mulai dari makanan manis dan lunak, misalkan buah semangka, pepaya, pisang atau alpukat. Pilih salah satu, coba suapkan setengah sendok teh, lihat apa reaksinya. Kalau bayi memuntahkan makanan yang diberikan, itu tandanya bayi tidak suka. Apabila bayi tidak suka, jangan dipaksa, ganti dengan makanan lain.

Nah, jika sudah mau makan buah yang manis, coba berikan sayur lunak, seperti bayam, sawi, kentang atau wortel. Tujuannya agar bayi terbiasa makan-makanan yang tidak manis. Rasa sayuran yang agak langu dan hambar akan melatih lidah bayi untuk mengenal jenis rasa lain. Sehingga saat sudah bisa makan nanti, bayi akan terbiasa dan suka makan sayur.

Menu Makanan Pendaming ASI untuk Bayi Usia 6-9 Bulan

Pada usia 6-9 bulan, pencernaan bayi masih dalam masa akan mulai bekerja sempurna. Jadi sebaiknya berikan makanan dalam bentuk cair dan bertekstur halus atau lembut. Misalkan saja bubur buah, bubur sayur atau bubur susu yang diblender halus. Coba dahulu dengan tanpa menambahkan air. Jika bayi tidak mau, coba tambahkan sedikit air, sehingga bubur jadi agak encer.

Berikan makanan pendamping ASI tersebut secara rutin sambil tetap diberi ASI. Bayi yang sudah mau makan selain ASI di usia ini biasanya mudah untuk dikenalkan makanan lanjut di usia berikutnya. Tetapi apabila di usia ini sulit menerima makanan lain selain ASI, kemungkinan makan makanan lanjut juga sulit. Selain itu dikhawatirkan bayi akan terlambat makan di usia lanjut, sehingga kecukupan gizinya sebagian belum terpenuhi.

Menu Makanan Pendaming ASI untuk Bayi Usia 10-12 Bulan

Jika bayi sudah masuk usia 10-12 bulan, lanjutkan pemberian makanan pendamping ASI. Coba tingkatkan jenisnya dari bubur ke makanan kental yang bertekstur lunak. Misalkan saja nasi tim dipadukan dengan sayuran lunak. Coba buatkan nasi tim sedikit saja, suapkan dan lihat apa reaksinya. Kalau masih belum bisa, berikan bubur buah atau sayur dahulu sambil dicoba nasi timnya.

Kalau sering dikenalkan sedikit-sedikit, lama-lama akan terbiasa. Nasi tim kandungan gizinya lebih lengkap dari bubur buah dan sayur. Karena didalamnya sudah mulai ada karbohidrat. Jenis gizi tersebut merupakan gizi yang tepat diberikan pada anak usia ini. Sebab selain karbohidrat adalah makanan pokok saat dewasa. Karbohidrat juga mampu memberikan sumber energi untuk bayi yang sudah mulai aktif.

Menu Makanan Pendaming ASI untuk Bayi Usia 12-24 Bulan

Jika bayi sudah masuk pada usia 12-24 bulan, berikan makanan padat bertekstur tidak lagi lembut pada bayi. Misalkan saja makanan berupa nasi sayur dan beberapa lauk pauk yang mudah dikunyah. Karena pada usia seperti ini bayi sudah mulai terbiasa dengan makanan lain selain ASI. Apalagi sistem penceraannya juga sudah sempurna. Jadi mulailah kenalkan pada jenis-jenis makanan yang biasa dihidangkan di meja makan setiap hari.

Tetapi perlu diingat, bahwa tidak semua makanan bisa diberikan pada bayi. Hindari makanan yang bisa berdampak buruk pada pencernaan bayi. Misalkan saja makanan yang berbumbu tajam, makanan pedas, makanan asam dan juga makanan yang terlalu berlemak. Jika bayi masih belum bisa makan makanan seperti nasi sayur, berikan saja makanan pengganti karbohidrat seperti roti, kue kering atau crackers.

Leave a Comment