14 Jenis Musik Tradisional dari Indonesia


Musik tradisional dari Indonesia sebenarnya sudah ada sejak zaman nenek moyang kita dahulu. Pada awalnya, musik tradisional di Indonesia dibuat dengan bahan seadanya dan jenis musik yang hampir sama. Namun seiring dengan perkembangan zaman, musik tradisional tersebut mengalami beberapa pembaruan. Pembaruan terdapat pada jenis alat dan juga musiknya.

Banyak dari kita yang merupakan generasi sekarang, sering tidak tahu tentang jenis musik tradisional Indonesia. Padahal itu juga termasuk budaya asli yang tumbuh di bumi pertiwi. Hanya beberapa orang saja yang masih setia dan memainkan musik tradisional dari Indonesia berikut ini.

Berbagai Macam Jenis Musik Tradisional dari Indonesia

1. Musik Tradisional Gambang Kromong

Musik tradisional ini berkembang di daerah Batavia (sekarang Jakarta) sejak masa awal kemerdekaan. Musik gambang kromong merupakan musik serapan dari musik etnis Cina. Namun seiring dengan akulturasi budaya, maka musik etnis tersebut diserap dan digabungkan dengan musik betawi. Sehingga sejak saat itu, gambang kromong jamak digunakan sebagai musik pengiring tari dan juga lenong. Musik gambang kromong berjenis musik instrumental akusitik.

2. Musik Tradisional Huda

Musik tradisional huda berasal dari daerah minangkabau. Musik huda berkembang sejak masa keislaman masuk ke tanah minang. Sehingga musik ini menggunakan beberapa notasi musik khas musik islami. Musik huda sendiri berasal dari gabungan tiga jenis musik tradisional minang, yakni Dikil Rabaro, Dikil Mundan dan Salaulaik Dulang.

Dikil Rabaro merupakan seni vokal yang memakai iringan rabaro. Dikil Mundan merupakan musik akulturasi bernuansa islami yang menggunakan iringan mandai. Sedangkan Salaulaik Dulang merupakan musik minang yang tahan atau utuh.

3. Musik Tradisional Gong Luang

Musik tradisional gong luang berasal dari daerah Bali. Musik gong luang merupakan musik yang mempunyai nilai yang sakral bagi penduduk Bali. Sehingga musik ini hanya dimainkan pada saat upacara ngaben dan upacara-upacara keagamaan saja. Musik gong luang sendiri berasal dari gabungan dua kata, yakni “Gong” dan “Luang”. Gong maksudnya adalah alat musik gong, dan luang berarti ruang atau rong. Sehingga musik gong luang adalah musik yang menggunakan gong luang/gong berukuran besar sebagai instrumen musiknya.

4. Musik Tradisional Goong Renteng

Musik tradisional goong renteng berasal dari daerah Wangibatukut, Pemeungpeuk, Bandung. Musik goong renteng merupakan musik yang menggunakan alat musik kecrek, bonang, kendang dan saron. Biasanya musik ini digunakan sebagai pengiring acara maulidan atau Maulid Nabi Muhammad SAW. Musik ini menggunakan nada-nada islami yang berasal dari budaya arab.

5. Musik Tradisional Krumpyung

Musik tradisional krumpyung berasal dari daerah Agrowilis, Kokap, Kulon Progo, Yogyakarta. Musik krumpyung merupakan musik yang menggunakan instrumen dari bambu. Musik krumpyung berasal dari bunyi rangkaian instrumen bambu yang digerakkan. Jadi alat musik yang digunakan hampir sama dengan angklung.

6. Musik Tradisional Laras Madya dan Santi Swara

Musik tradisional laras madya dan santi swara berasal dari daerah pinggiran dari Jawa Tengah. Musik laras madya dan santi swara mempunyai kemiripan yang sama dari segi musiknya. Musik ini berbentuk seperti koor tetembangan yang menggunakan pengiring rebana dan ditambah dengan kendang, kemanak dan bogem. Musik ini mengkhususkan diri pada lagu sholawatan.

7. Musik Tradisional Karang Dodou

Musik tradisional karang dodou berasal dari daerah Barito Utara, Tanah Siang, Kalimantan Tengah. Musik karang dodou merupakan musik ritual yang dimainkan di acara-acara tertentu saja. Umumnya pada acara noka pati, memandikan bayi, memberi nama bayi, atau mengobati orang sakit keras (Ambang Morua).

8. Musik Tradisional Senandung Jolo

Musik tradisional senandung jolo berasal dari daerah Muara Sabak, Jabuk Timur, Jambi. Musik ini dimainkan saat acara turun sawah untuk menanam padi. Acara tersebut diberi nama manunggal padi, dimana anak-anak muda laki-laki dan perempuan mengungkapkan isi hati dengan pantun bergantian di iringi musik. Musik dari senandung jolo dihasilkan dari instrumen kulintang kayu, biola, gendang satu dan dua serta gong.

9. Musik Tradisional Krombi

Musik tradisional krombi berasal dari daerah Papua. Musik krombi berasal dari kata nai krombi yang artinya memetik atau memainkan. Alat musik krombi dibuat dari bambu dan dimainkan secara kolaborasi dengan musik tradisinal piko, nailavos, fuakuika, karapra dan tifa. Musik krombi dimainkan saat upacara agama, upacara adat dan sebagai hiburan.

10. Musik Gaghahanggase

Musik tradisional gaghanggase berasal dari Sangihe Talaud. Musik ini merupakan musik yang beraliran diatonis dan pentatonis. Musik gaghahanggase menggunakan musik bambu, kentel, tunuta, seheng, tateng korang tagonggong, tambur, kalikitong, behonggang dan karoncongan. Musik-musik dari perpaduan instrumen tersebut di padukan dengan vokal pria dan wanita yang menyanyikan lagu tradisional atau lagu-lagu nasional.

11. Musik Tradisional Tabuh Salimpat

Musik tradisional tabuh salimpat berasal dari daerah Lampung. Musik tabuh salimpat mempunyai ciri yakni instrumen yang digunakan berupa alat musik tabuh dan petik. Tetapi yang paling terlihat menonjol adalah alat musik kerenceng dan gambus lunik. Sampai saat ini, musik tradisioal tabuh salimpat masih dimainkan dan terus berkembang di tanah Lampung.

12. Musik Tradisional Panting

Musik tradisional panting berasal dari daerah Kalimantan Selatan. Musik ini biasanya dimainkan di acara-acara penyambutan tamu kehormatan atau sebagai hiburan rakyat. Alat-alat musik yang digunakan dalam musik panting adalah panting, babaun, agung, marakas dan talinting. Pada awalnya musik ini dimainkan hanya pada malam hari saja, namun sekarang juga dimainkan pada siang hari.

13. Musik Tradisional Allusik Syair Telimaa

Musik tradisional allusik syair telimaa berasal dari daerah Tanah Mandalam, Bumi Uncok Kapuas. Musik ini dahulunya dimainkan pada saat ada pesta resmi dan pertemuan antar sesepuh di Tanah Mandalam, Bumi Uncok Kapuas. Syair-syair dalam musik tradisional ini mengandung pesan-pesan mulia untuk generasi muda. Salah satunya adalah untuk mencintai budaya sendiri sehingga dapat melestarikan dan mempertahankan kejayaan budaya nenek moyang.

14 Musik Tradisional Sasando Gong

Musik tradisional sasando gong berasal dari pulau Rote, Nusa Tenggara. Musik ini dihasilkan dari sebuah alat musik bernama Sasando. Alat musik ini termasuk kedalam alat musik petik yang terbuat dari bahan bambu untuk mengikatkan benang halus yang akan di petik dan daun lontar sebagai resonansinya. Musik tradisional sasando gong dimainkan saat upacara penyambutan tamu dan hiburan rakyat. Musik ini berjenis instrumental, bisa dimainkan tunggal atau berkelompok.

 

Nah, itulah tadi 14 jenis musik tradisional dari indonesia yang harus kamu tahu. Sebagai generasi modern, kita mempunyai tanggungjawab yang besar terhadap kebudayaan asli nusantara. Salah satunya adalah melestarikan musik tradisional dari Indonesia. Sebab di luar negeri sana banyak orang asing yang belajar dan bahkan sudah mahir dalam memainkan musik tradisional dari Indonesia. Maka sudah sepatutnya bagi kita untuk lebih mencintai dan melestarikan budaya bangsa sendiri.

Leave a Comment