Pengertian Ekosistem, Komponen, Tipe dan Contohnya


Pengertian EkosistemEkosistem secara garis besar merupakan interaksi antar komponen dalam sebuah sistem ekologi. Di dalam sebuah sistem ekologi tersebut, terdapat komponen-komponen penyususnnya. Hasil interaksi tersebutlah yang kemudian disebut sebagai ekosistem.

Pengertian Ekosistem Secara Definisi

Ada beberapa definisi yang menerangkan tentang pengertian ekosistem. Secara garis besar hampir sama, hanya beda pada penggunaan subyeknya saja. Namun yang paling banyak dipakai untuk mendefinisikan pengertian ekosistem ada 3 poin, yakni:

  • Ekositem merupakan hubungan timbal balik yang terjadi antara komponen biotik (makhuk hidup) dan abiotik (benda mati) dalam sebuah lingkungan hidup (ekologi) yang saling mempengaruhi.
  • Ekositem juga didefinisikan sebagai tatanan sebuah kesatuan yang utuh antara organisme/makhluk hidup dan lingkungan fisik yang saling memengaruhi antara satu dengan yang lain.
  • Ekositem juga sering disebut sebagai unit komunitas biosistem yang terdiri dari organisme/makhluk hidup dan lingkungan fisik, dimana organisme beradatasi ada lingkungan fisik dan memengaruhi tatanan lingkungan fisik di dalamnya.

Komponen Penyusun Ekosistem

Berdasarkan jenis komponen penyusunnya, ekosistem tersusun dari dua komponen, yakni abiotik dan biotik. Masing-masing komponen memiliki sifat dan peranan yang berbeda. Apabila keduanya saling bernteraksi secara wajar, maka ekosistem akan berjalan seimbang.

  • Komponen Abiotik merupakan komponen penyusun ekosistem yang berasal dari bahan-bahan tak hidup, non hayati dan benda mati. Komponen tersebut meliputi komponen fisik dan kimia. Contohnya adalah elemen-elemen kehidupan, seperti air, sinar matahari, tanah dan udara.
  • Komponen Biotik merupakan komponen penyusun ekosistem yang berasal dari makhluk hidup/organisme. Komponen biotik tersebut dapat dikategorikan menjadi dua macam, yakni organisme autotrof dan organisme heterotrof.
    • Organisme Autotrof merupakan organisme yang mampu membuat makanan sendiri (baik dari bahan organik maupun anorganik) dengan bantuan energi matahari. Jadi yang bisa melakukannya adalah organisme yang mempunyai zat klorofil/hijau daun. Nah, tipe autotrof sendiri juga ada dua, yakni fotoautrotof dan kemoautotrof.
      • Fotoautotrof, organisme yang memasak makanannya menggunakan energi cahaya untuk mengubah zat anorganik menjadi zat organik. Contohnya adalah tumbuhan berdaun hijau.
      • Kemoautotrof, organisme yang memasak makanannya menggunakan energi dari proses reaksi kimia untuk mengubah zat organik menjadi makanan. Contohnya adalah bakteri besi.
    • Organisme Heterotrof merupakan organisme yang tidak mampu membuat makanannya sendiri, namun dapat memanfaatkan bahan organik maupun anorganik untuk diolah menjadi sumber makanan. Berdasarkan kategori sumber makanannya, organisme heterotrof dibagi menjadi 3.
      • Konsumen Langsung, memperoleh sumber makanan dengan memakan organisme lain secara langsung. Baik carnivora (pemakan daging), herbivora (pemakan tumbuhan), maupun omnivora (pemakan segalanya). Contohnya adalah hewan dan manusia.
      • Pemakan Bangkai, memperoleh sumber makanan dengan cara memakan bangkai organisme yang sudah mati. Contohnya adalah belatung.
      • Detritivor/Pengurai, memeroleh makanan dengan cara menguraikan bahan organik yang sudah busuk menjadi makanan. Contohnya adalah cacing dan rayap.

Macam Interaksi dalam Ekosistem

Interaksi adalah dasar dairi terbentuknya suatu ekosistem. Jadi tidaklah disebut ekosistem jika dalam sebuah ekologi (lingkungan hidup) tanpa adanya hubungan timbal balik antar komponen abiotik da biotik di dalamnya. Nah, hubungan timbal balik tersebut terbagi menjadi dua macam.

  • Rantai Makanan, dimana ada konsumen pertama, kedua, ketiga dan seterusnya sampai pada produsen. Hubungan tersebut akan selalu sama, sebab tidak ada predator utama lain di dalam rantai makanan. Misalkan saja ekosistem sawah, dimana ada padi, tikus, ular, elang. Maka rantai makanan akan secara urut menjadi, produsen: padi, konsumen 1: tikus, konsumen 2: ular, konsumen 3: elang.
  • Jaring Makanan, dimana didalamnya ada konsumen beberapa konsumen pertama, kedua, ketiga dan seterusnya sampai pada produsen. Hubungan tersebut bisa berubah tergantung pada siapa yang lebih kuat, sebab ada banyak predator lain di dalam jaring makanan. Misalkan saja ekosistem hutan, dimana ada tumbuhan, belalang, kelinci, burung, katak, rubah, ular, elang. Maka jaring makanan bisa menjadi, jaring makanan 1, produsen: tumbuhan, konsumen 1: belalang, konsumen 2: burung, konsumen 3: ular, konsumen 4: elang. Atau jaring makanan 2: produsen: tumbuhan, konsumen 1: kelinci, konsumen 2: ular, konsumen 3: rubah. Dan seterusnya, banyak kemungkinan yang bisa terjadi.

Hubungan saling mangsa tersebut akan berdampak pada keseimbangan ekosistem dari dalam. Apabila salah satu dari rantai makanan hilang, maka akan menganca kepunahan dari satuan ekosistem tersebut. Baik secara individu (satu makhluk hidup), populasi (sekumpulan makhluk hidup yang berdiam di suatu tempat dan berkembangbiak), maupun komunitas (sekumpulan populasi yang mediami suatu wilayah) di dalam ekosistem tersebut.

Tipe Ekosistem

Berdasarkan tipenya, ekosistem dapat dibagi menjadi dua, yakni ekosistem alami dan ekosistem buatan. Kedua ekosistem tersebut dibedakan berdasarkan proses terbentuknya.

  • Ekosistem Alami merupakan ekosistem yang terbentuk secara alami tanpa campur tangan manusia. Contonya adalah sungai dan lautan.
  • Ekosistem Buatan merupakan ekosistem yang dibentuk atau dibuat oleh manusia. Contohnya adalah kolam ikan/empang dan sawah.

Sedangkan bila dilihat dari tempatnya, baik ekosistem alami maupun buatan dapat dibagi menjadi dua. Yakni ekosistem air (akuatik) dan ekosistem darat (terestrial).

  • Ekosistem air (akuatik) merupakan ekosistem yang berada di perairan, baik air tawar maupun air asin. Contohnya ekosistem sungai dan laut.
  • Ekosistem darat (terestrial) merupakan ekosistem yang berada di daratan, baik daratan basah maupun kering. Contohnya adalah ekosistem sawah dan gurun.

Faktor Penyebab Rusaknya Ekosistem

Ada beberapa faktor yang dapat merusak sebuah ekosistem. Baik itu ekosistem alami, ekosistem buatan, ekosistem air (akuatik) maupun ekosistem darat (terestrial).

  • Bencana Alam
  • Pencemaran Lingkungan
  • Perburuan dan Pembalakan Liar
  • Pembakaran Lahan
  • Pembangunan Pemukiman
  • Pertambangan dan Eksplorasi
  • Pengeboman Ikan
  • Membuang Sampah Sembarangan

Leave a Comment