Renungan Cinta yang Terdalam dari Dasar Sanubari

Renungan Cinta Yang Terdalam dari  Dasar Sanubari

Cinta adalah sebuah gabungan dari perasaan yang muncul dalam hati. Sebuah kata yang sangat mudah diungkapkan, tapi menjadi begitu sulit untuk di maknai dan dimengerti. Dia adalah sebuah paket yang berisi kebahagiaan dan penderitaan.

Berbahagialah kamu yang masih menjaga cinta dan orang yang kamu cintai saat ini dan sampai nanti. Karena banyak orang diluar sana yang tidak bisa mencintai dan dicintai orang yang mereka cintai.

Terkadang kamu mungkin merasa Tuhan tidak adil pada kamu. Orang yang sebenarnya hanya mencintai dengan main – main, tidak tulus, malah justru mendapatkan cinta dari orang yang sebenarnya kamu cintai jauh dalam di lubuk ketulusan hatimu. Orang yang sebenarnya takkan bisa menjaganya, malah justru yang dipilihnya.

Tuhan memang tidak adil, tapi benarkah begitu?. Tentu tidak, sungguh sebenarnya Tuhan menunjukkan suatu jalan untuk kamu mencintai orang lain yang lebih mencintai kamu, lebih dari dia yang ternyata mencintai orang lain. Mungkin kamu berfikir, melupakan dia pasti lah tak sesimpel itu, tapi bukannya tidak mungkin bukan?

Cobalah mengerti, semua itu butuh proses, baik cepat atau pun lambat. Hati itu seperti sebuah pintu, ketika pintu itu terbuka, pasti lah ada yang akan memasukinya. Akan tetapi jika pintu itu tertutup, maka tidak akan ada yang pernah memasukinya, walaupun tak berpenghuni sekalipun.

Oleh karena itu, jika sesuatu itu membuat hatimu merasa baik, maka lakukanlah. Akan tetapi, segala sesuatu pasti ada konsekuensinya. Jika kamu melangkah pada hati yang benar, maka akan kamu dapati jalan yang benar pula. Dan jika kamu melangkah pada hati yang salah, maka yang akan kamu dapati adalah jalan yang salah pula.

Terkadang dalam hati, kamu berfikir bahwa orang lain bisa mendapatkan seseorang yang lebih, dan kamu katakan bahwa dia beruntung, padahal harusnya tak begitu. Namun kadang dalam hati kamu juga berfikir, ada orang lain yang mendapatkan seseorang yang dalam artian “kurang”, dan kamu katakan bahwa dia harusnya dia bisa mendapatkan yang lebih.

Mungkin ada sisi benarnya juga, tapi tentu tak sedikit pula kesalahan yang kamu dapati dalam berprasangka. Dia yang lebih, mendapat yang kurang, dan dia yang kurang, mendapat yang lebih, bukankah itu memang jalan keadilan cinta?.

Bayangkan jika yang lebih pun dengan yang lebih pula, yang kurang pun dengan yang kurang pula, maka kesenjangan cinta yang akan terjadi. Yang lebih akan jadi lebih terus, dan yang kurang pun begitu akan kurang terus.

Cinta selayaknya untuk melengkapi, bukankah kamu pun punya kekurangan? Dan kamu pun akan membutuhkan seseorang yang bisa menutupi kekurangan kamu? Apakah orang itu nanti kurang dari kamu? Jelas dan pasti dia lebih dari kamu.

Semua orang pasti punya alasan tentang cintanya, dan orang itulah yang paling tahu bagaimana seharusnya. Tapi yang perlu kamu ingat adalah, cinta bukan sebuah permainan video games yang kapan pun kamu ingin bermain tinggal menghidupkannya, dan apabila game over di satu game, maka tinggal memainkan game lain.

Yang kamu mainkan itu hati, hati takkan pernah bisa digunakan untuk main – main, karena hati bila disakiti maka akan luka dan berbekas selamanya, namun bila dibelai dan di sayangi maka akan terukir dan terkenang selamanya pula.

Orang lain mungkin bisa dengan mudah mempermainkan banyak hati, tapi kamu berkata jangan, agar kamu jangan pernah. Orang lain bisa mendapatkan orang siapa pun yang dia inginkan, tapi kamu berkata, kamu akan mendapatkan orang yang jauh benar – benar kamu inginkan.

Disini kamu benar, itulah yang dinamakan prinsip cinta. Biarkan orang lain berbuat apa, biarkan orang lain berkata apa, kamu bukan mereka, kamu adalah kamu, dengan prinsipmu. Jangan pernah membiarkan dirimu mencintai orang lain karena terpaksa, kepepet, atau bahkan kasihan. Karena orang yang kamu cintai dengan rasa itu pasti akan sakit ketika ternyata dia tahu itu dasar cintamu kepadanya. Alangkah baiknya jika kamu mencintai seseorang itu karena benar-benar merasa mencintai dia.

Katakan tidak jika memang tidak, dan iya ketika memang iya.
Ketegasan sikap adalah kunci dari sebuah manajemen perasaan.
Sesakit apapun itu, jika yang di katakan benar adanya, sudah sepatutnya kamu memahami. Bahkan harusnya kamu memahami jauh sebelum kata-kata itu dilontarkan, yaitu dari sikapnya. Memang sulit membaca sikap, tapi tak sebegitu sulit sesulit memaniskan lautan yang luas.

Tunjukkan sikapmu jika sebenarnya kamu suka dengan dia. Dan tunjukkan pula padanya sikapmu jika kamu tak suka padanya, dan berharap dia segera mengakhiri penjajakannya.

Jika ada diantara kamu yang merasa bila mencintai seseorang maka harus mendapatkan raganya, maka kamu belum mendewasakan cintamu. Cinta memang harus diperjuangkan, tapi itu bukan dalih untuk meracuni otak kamu berbuat macam-macam.


Perjuangan sebuah cinta adalah siap berjuang dan siap pula menerima kekalahan juga kepahitan. Sekuat apa pun kamu paksakan, maka kamu akan mendapati keterpaksaan pula atas cintamu. Selemah-lemah apa pun kerelaanmu, maka yang kamu dapati adalah kerelaan pula atas cintamu.

Kadang kamu berfikir, kalau pun tidak bisa sekarang, dengan berjalannya waktu dan kebersamaan pasti cinta itu akan tumbuh.

Ada benarnya juga, tapi itu tidak mutlak. Sekali lagi, itu tidaklah mutlak. Semua itu bergantung pada yang menjalaninya pula, bagaimana cinta itu berjalan.

Maka berbahagialah kamu yang tak punya seseorang di hatimu, karena minimal kamu tak harus pernah menyakiti orang lain dengan cintamu. Berbahagialah kamu yang mempunyai seseorang di hatimu saja, karena minimal kamu telah memberikan cintamu pada seorang itu saja. Dan berbahagialah kamu jika kamu adalah seorang pemain cinta, karena saat ini belumlah datang karma padamu.

Sebaliknya, bersedihlah kamu yang tak punya seseorang, karena cintamu tidak untuk disimpan sendiri melainkan untuk dibagi. Bersedihlah kamu yang hanya punya seseorang saja, karena sampai saat ini kamu belum bisa memberi apa-apa padanya selain cinta. Dan sangat-sangat bersedihlah jika kamu adalah seorang pemain cinta, karena kelak kamu pun akan dipermainkan oleh cinta, bahkan jauh lebih dari ini.

Apakah sebenarnya yang dicari di dunia ini? Pastilah kebahagiaan. Dan apakah salah satu kebahagiaan di dunia ini?.

Salah satu kebahagiaan di dunia ini adalah mengetahui bahwa orang yang kamu cintai ternyata juga mencintaimu.

Sungguh kebahagiaan yang luar biasa dan tak terkira. Kebahagiaan yang harus diwujudkan oleh kamu yang mencintai dia. Meski wujud cinta tak harus dengan kata aku cinta padamu. Terkadang bahasa cinta yang paling efektif adalah dengan perwujudan. Maka tanpa kamu katakan kamu cinta dia pun, dia akan mengerti dari perwujudan cintamu.

Perwujudan cinta bukan dengan belaian, berpegangan, atau bahkan kecupan. Karena jika kamu katakan kamu cinta dia sambil membelainya, atau dia mengatakan dia cinta kamu dengan mengecup kamu, maka itu bukanlah cinta, tapi nafsu. Cinta yang benar pasti tahu akan batasan – batasan cinta. Dia akan menunggu sampai waktunya tiba. Menghormati dan menghargai kesucian niat mencintai dan di cintai.

Tidak ada orang lain yang mampu menasehati cinta orang lain, melainkan nasehat dari cinta yang ada di hati orang yang menjalaninya. Cinta tidak diberikan Tuhan pada manusia untuk menjadi sakit atau menyakiti, tetapi cinta yang menyakitkan itu adalah buah polah manusia.

Lalu mengapa harus ada cinta yang menyakitkan? Agar mereka sadar dan ingat akan cinta yang tak pernah akan merasa sakit, yaitu cinta seorang hamba dari Tuhannya. Karena dicintai adalah sesuatu yang lebih besar dari mencintai. Jika kamu mencintai, maka bersiaplah kamu untuk kehilangan, namun jika kamu dicintai, maka jangan pernah kamu takut untuk ditinggalkan.

Jangan pernah membuat orang yang mencintaimu meneteskan air mata, karena kamu akan sangat sakit ketika suatu saat ada orang lain yang mengusapkan air mata itu darinya.

Buatlah dia tersenyum, karena dari kamu, dia takkan pernah menemukan lagi senyumanmu di senyum orang lain. Belum terlambat untuk berubah. Belum terlambat untuk memperbaiki.

Wanita dan laki-laki sama, sama-sama punya cinta. Sama saja dalam menjalani cinta.

Mulailah berubah dari saat ini, muailah dari diri sendiri, dan mulailah mencintai dengan setulus hati.

Leave a Comment