Sejarah Superman Is Dead Menembus Musik Internasional


Superman is Dead (SID) adalah sebuah grup band asal Bali, Indonesia yang mengusung musik beraliran Punk – Rock n Roll. Grup band ini beranggotakan tiga pemuda asli Bali, yakni I Made Putra Budi Sartika ( Bobby Kool ) sebagai gitaris dan vokalis, I Made Eka Arsana ( Eka Rock ) sebagi basis, dan I Gede Ari Atina ( Jerinx ) sebagai drummer. Superman is Dead bermarkas di Poppies lane II, Kuta, Bali. SID juga bisa dijumpai di official websitenya supermanisdead.net.

Superman is dead berhasil mencuri hati para penikmat musik lokal dan internasional lewat karya-karyanya yang melawan arus bermusik lokal yang jamak mengusung genre pop melayu yang menye-menye. Sebaliknya, SID menghadirkan musik yang lebih berbobot, energik, muda dan berbahaya. Sehingga tidak bisa dipungkiri, sebagian besar penggemar musik SID berasal dari kalangan anak muda.

Sejarah Berdirinya Superman is Dead

Superman is Dead resmi berdiri pada awal Febuari tahun 1995 di Kuta, Bali. Band ini diprakarsai oleh I Gede Ari Atina ( Jerinx ) yang saat itu adalah anggota grup band heavy metal “Thunder”. Ia berencana untuk membentuk grup band baru dengan genre yang berbeda. Rencana itu disambut baik oleh I Made Putra Budi Sartika ( Bobby Kool) yang kala itu adalah drummer band new wave punk “Diamond Clash”.

Selanjutnya mereka berdua bertemu di Kuta, Bali. Bersama degan I Made Bawa / Lolot kala itu, mereka bertiga bermusik dibawah payung band baru. Jerinx mengisi posisi drumer, Bobby Kool sebagai gitaris sekaligus vokalis, dan Lolot sebagai basis. Namun sesaat setelah band tersebut resmi dibentuk, Lolot memutuskan untuk berhenti dari band. Ia lebih memeilih fokus untuk bermusik sebagai musisi tradisonal Bali. Sehingga saat itu ada kekosongan di posisi basis.

Posisi tersebut akhirnya diisi oleh I Made Eka Arsana ( Eka Rock). Pada saat ia bergabung, grup band ini masih bernama Superman is Silver Gun” yang diambil dari sebuah judul lagu dari grup band “Stone Temple Pilots”. Seiring dengan berjalannya waktu, nama ini dirasa kurang cocok, sehingga perlu diubah. Kemudian digunakanlah nama “Superman is Dead”. Mereka juga mengubah inspirasi bermusik band ini.


Awalnya SID menganut aliran musik seperti Greenday dan NOFX, namun selanjutnya SID memilih genre musik Punk Rock n Roll seperti Living End, Supersuckers dan Social Distortion. Sejarah di balik nama Superman is Dead terletak pada filosofi nama tersebut. Superman is Dead berarti bahwa manusia yang sempurna hanyalah ilusi belaka dan imajinasi manusia yang tidak akan pernah ada.

Karir Bermusik Superman is Dead

Di awal berdirinya, Superman is Dead memulai karir bermusiknya dengan manggung di cafe-cafe atau event underground di Bali. Ternyata animo penggemar musik di bali sangat besar, sehingga musik SID dengan cepat tersebar sampai ke seluruh Bali. Jadwal manggung mereka hari demi hari juga semakin padat.

Puncaknya adalah tampilnya SID sebagai grup band penampil pembuka saat konser Hoobastank di Hard Rock Cafe, Kuta, Bali. Nama mereka semakin di kenal di belantika musik lokal Indonesia setelah ikut menjadi enampil di banyak event yang digelar di Jakarta. Sampai pada suatu titik popularitas yang cukup, Sony Music menawarkan kontrak pada Superman is Dead.

Sempat terjadi perundingan yang alot diantara keduanya. SID menyepakatinya asal Sony Music mau menuruti syarat dari SID. Pada albumnya nanti, SID harus mendapatkan porsi 90% lagu berbahasa inggris dan sisanya berbahasa Indonesia. Sony Music juga berkeras untuk mengurangi porsi tersebut, sampai akhirnya perdebatan alot itu menghasilkan 70% bahasa Inggris dan 30% bahasa Indonesia.

Sebuah prestasi revolusioner di Indonesia, dimana band bisa menekan label mayor untuk mengikuti idealisme band mereka. Umumnya band harus mengikuti label mayor, termasuk dengan porsi lagu, gaya bermusik, target dan lain sebagainya demi kebutuhan pasar tanpa mempedulikan idealisme band. Pada akhirnya SID dengan idealismenya justru mampu menembus pasar musik lokal dan internasional. Selain musiknya yang nyaman dan sesuai selera internasional, performa mereka di panggung juga sangat energik dan memikat.

Fanbase dan Sisi Lain Superman is Dead

Superman is Dead yang sering diakronimkan sebagai SID ini tergolong sebagai grup band yang mempunyai fanbase yang besar. Fanbase tersebut terbagi menjadi dua, yakni Outsiders yang merupakan nama fans laki-laki dan Lady Rose untuk fans perempuan.

Superman is Dead termasuk yang paling banyak mendapatkan fans di sosial media dibandingkan band-band lain di Indonesia. SID mempunyai penggemar di facebook sebanyak 5.694.837 dan twitter sebanyak 1.288.134 fans. Tidak hanya sampai disitu saja, tercatat hampir setiap daerah di Indonesia terdapat fanbase comunitynya, baik Outsiders atau pun Lady Rose.

Dibalik nama besar dan juga tampilan luar dari ketiga personil SID tersimpan sisi lainnya. Tatto yang melekat di tubuh mereka bisa jadi dikaitkan dengan kriminalisme dan premanisme. Namun semua itu tidak terdapat pada mereka. Meski terlihat garang, namun hati mereka penyayang. Mereka juga menghargai perbedaan dan keberagaman dan aktif dalam kegiatan sosial bersama outsiders dan lady rose.

Mereka juga melakukan kampanye baik seperti; ajakan bersepeda, mencintai produk lokal, juga menjunjung nasionalisme yang tinggi. Selain itu, Superman is Dead merupakan grup band terkenal baik lokal maupun internasional yang jarang masuk TV. Mereka lebih sering mengadakan konser di Amerika, Malaysia, Australia dan negara lainnya.

Album dan Diskografi Superman is Dead

Semenjak berdiri hingga sekarang SID sudah banyak menelurkan karya baik secara indie maupun label mayor. Tercatat ada 7 album mayor, 3 indie, dan 3 album kompilasi.

Indie Album Superman is Dead

  • Case 15 (1997)
  • Superman Is Dead (albm) (1998/1999)
  • Bad Bad Bad (2002)

Sony-BMG-Music Album Superman is Dead

  • Kuta Rock City (2003)
  • The Hangover Decade (2004)
  • Black Market Love (2006)
  • Angels and the Outsiders (2009)
  • Aku Anak Indonesia (Single) (2011)
  • The Early Years, Blood, Sweat and Tears (2012)
  • Sunset Di Tanah Anarki (2013)

Album Kompilasi Superman is Dead

  • 100% Attitude (1999) – SID, Djihad, Commercial Suicide, dll
  • No Place To Get Fun (2002) – SID, Rocket Rockers, Respect, Naon, dll
  • New Generation Calling (2003) – SID, Rocket Rockers, Shaggy Dog, The Bahamas, dll

Prestasi dan Penghargaan untuk Superman is Dead

Beberapa penghargaan pernah tercatat diberikan pada SID. Beberapa diantaranya bahkan berlabel internasional.

  • Superman Is Dead “Hot & Freaky People 2003” MTV Trax Magazine – Januari 2003
  • Superman Is Dead “MTV Exclusive Artist of the Month” – Juni 2003
  • Double Platinum Sony Music for Kuta Rock City Album – 2003
  • MTV Award “Most Favorite New Artist” – 2003
  • AMI Award “The Best New Artist” – 2003
  • SCTV Music Awards “The Most Famous Album Nominee, Pop Rock Category” for Kuta Rock City Album – 2004
  • AMI Awards “The Best Rock Album Nominee” for Black Market Love Album – 2006
  • “Superman Is Dead The Best Local Band” The Beat Awards – 2006
  • 20 the best Indonesian Album for The Black Market Love Album. – 2006
  • Rolling Stones Magazine – Januari 2007
  • 150 the Best Indonesian Album for Kuta Rock City Album.- 2006
  • Rolling Stones Magazine, Special Collectors’ Edition Desember 2007
  • 50 Hype Things in Indonesian Music Industrial – 2008
  • Trax Music & Attitude Magazine Edition – Januari 2008
  • Billboard Uncharted urutan ke-14 dengan popularitas dan intensitas jejaring sosial Facebook, Twitter, MySpace, dll. – Februari 2012
  • Net Tv “Group/Band/Duo Of The Year” – Mei 2014
  • Rolling Stone Indonesia Readers’ Choice Awards – Mei 2014
  • AMI Awards “Duo/Grup Rock Terbaik” – Juni 2014

Leave a Comment