Tipe-tipe Tes Psikologi (Psikotes) dan Trik Supaya Lulus


Tes Psikologi / Psikotes banyak digunakan oleh instansi-insatnsi untuk menyeleksi calon rekrutmen baru. Biasanya para calon akan diberikan beberapa model psikotes untuk mengetahui kelayakan dan kapasitasnya. Sehingga saat proses perekrutan nanti, calon yang lulus adalah yang terbaik berdasarkan kriteria dari instansi tersebut. Tentu saja instansi-instansi tersebut tidak ingin mengambil resiko akibat asal-asalan dalam merekrut orang.

Jadi biasanya mereka mematok passing grade/skor kelulusan yang memang sengaja dibuat cukup tinggi. Artinya, soal psikotes yang diberikan sengaja dibuat cukup sulit untuk dikerjakan. Tapi tidak usah terlalu khawatir, karena setiap tipe-tipe tes psikologi mempunyai dasar-dasarnya. Jadi tidak menutup kemungkinan bila kita mengetahui dasarnya, kita bisa berpeluang besar lulus seleksi. Nah, langsung saja kita bahas tipe-tipe tes psikologi dan triknya.

Tipe-tipe Tes Psikologi Beserta Triknya Supaya Lulus

1. Tes Logika Aritmatika / Tes Logika Matematika

Hampir di setiap psikotes, tes logika aritmatika pasti ada. Ciri dari tes logika aritmatika adalah bilangan deret atau deret angka. Sehingga sering disebut juga tes logika matematika. Kuncinya ada pada analisa dan prediksi kemungkinan angka dalam deret bilangan tersebut. Jadi triknya adalah:

  • Perhatikan seluruh deret angka mulai awal sampai akhir. Coba analisa apakah deret angka itu adalah deret penjumlahan, pengurangan, perkalian, atau pembagian. Bisa juga akar, pangkat atau logaritma pada tahap yang lebih sulit. Analisa juga apakah deret angkanya berurutan ataukah loncat.
  • Deret terkadang bukan angka, bisa juga huruf. Tetapi kalau huruf masih cenderung mudah, jadi kerjakan yang huruf dulu saja. Hindari membuang waktu di soal yang sulit, lewati saja dan ulangi kalau soal yang mudah sudah dikerjakan.

2. Tes Analogi Verbal

Tes ini juga masih tergolong umum dan banyak digunakan di hampir semua soal psikotes. Ciri dari tes ini adalah jawaban dan soal merupakan kata yang saling berhubungan. Jadi bila ada kata pertama : kata kedua, artinya kata pertama ada hubugan apa dengan kata kedua. Jadi triknya adalah:

  • Perhatikan kedua kata dengan teliti. Lihat apakah kedua kata beranalogi, bersinonim, atau ber antonim. Pilihan jawabannya adalah salah satu dari ketiga pilihan tersebut. Jadi pastikan melihat klue jawaban yang muncul, baru tentukan isi titik-titiknya.
  • Biasanya soal seperti ini cukup mudah. Selain pilihan jawabannya sudah ada, kategori katanya juga cukup umum dan familiar. Jadi kamu hanya perlu memperhatikan soalnya dengan teliti saja.

3. Tes Logika Penalaran

Kalau tes yang satu ini sudah mulai naik ke level yang agak sulit. Kita dituntut untuk menganalisa dan memahami beberapa pola gambar. Biasanya berupa bangun datar (2 dimensi) atau bangun ruang (3 dimensi). Nah untuk triknya adalah:

  • Fokuskan pada perbedaan dari masing-masing gambar. Temukan pola yang berurutan dari deret gambar pertama, kedua, dst. Analisa kemungkinan jawabannya dengan mengikuti alur perubahan pola pada gambar.Kemudian cari jawaban yang benar di opsi yang tersedia.
  • Bila mengalami kesulitan sebaiknya tinggalkan saja dulu. Cari soal yang mudah, biasanya prosentase jumlah soal yang mudah dan yang sulit lebih banyak yang mudah, bisa 60:40. Jadi jangan membuang waktu untuk soal yang sulit.

4. Tes Kraeplien / Tes Pauli / Tes Koran

Khusus untuk tes yang satu ini, levelnya cukup tinggi. Pada tes ini, kita dituntut untuk menggunakan keceatan berpikir dan ketepatan waktu. Sebenarnya sih soalnya cukup mudah, hanya penjumlahan dan pengurangan bilangan kecil. Tetapi jumlah soalnya sangat banyak dan dilipat-lipat seperti koran. Setiap halaman diberi batasan waktu, selesai tidak selesai harus dibalik dan mengerjakan halaman berikutnya. Soal ini sangat menguras tenaga, pikiran dan emosi. Nah untuk triknya adalah:

  • Fokus dan konsentrasi pada soal. Atur ritme agar tetap stabil dalam mengerjakan setiap soal-soalnya. Jangan sampai diforsir di awal, karena semakin kebelakang fokus dan konsentrasi akan makin buyar. Hiraukan pikiran-pikiran lain, tahan emosi dan pergunakan waktu seaksimal mungkin.
  • Hindari masalah teknis. Misalkan menggunakan alat tulis yang tidak cocok, kondisi fisik yang tidak prima, mengantuk atau tidak sarapan. Lakukan persiapan yang maksimal sebelum tes, tidur yang cukup dan juga sarapan. Jangan sampai gara-gara hal-hal seperti ini kamu gagal lulus dalam tes ini.

5. Tes Menggambar Orang / Draw A Man Test

Jika kamu menemui tes yang seperti ini, itu artinya kamu sedang melakukan tes khusus. Sebab tidak semua instansi menggunakan tes seperti ini. Tes menggambar orang digunakan untuk mengetahui kestabilan, tanggungjawab, ketahanan kerja, dan rasa percaya diri. Jadi untuk tes ini triknya adalah:

  • Gambarlah manusia lengkap sampai ke bagian detailnya. Mulailah dari bagian kepala kemudian badan lalu tangan dan kaki. Lengkapi bagian kepala dengan rambut, telinga, mata, hidung, bibir dan alis. Beri detail pada pakaian atas dan bawahnya nya agar jelas jeis kelaminnya. Usahakan pose gambar dalam keadaan sedang beraktifitas sesuai karakter yang kamu gambar. Misalkan karyawan sedang mengetik atau pesepak bola sedang menendang bola.
  • Deskripsikan gambar secara detail tetapi singkat, padat, jelas. Mulailah dari jenis kelaminnya, usia, pekerjaannya, aktifitas yang dilakukannya, dst. Tuangkan dalam kalimat pendek dan berurutan. Jangan menambahkan detail diluar gambar seperti hobi, sifat, dll.

6. Tes Menggambar Pohon

Tes ini hampir sama dengan tes sebelumnya, hanya saja sekarang tugasnya menggambar pohon. Ada kriteria tertentu yang wajib diperhatikan saat melakukan tes ini. Kriteria tersebut diantaranya adalah gambar pohon yang berkambium, dikotil, bercabang dan juga berbuah. Jadi tidak boleh melanggar aturan tersebut, kalau melanggar jelas kita tidak akan lulus. Nah, untuk trik dalam tes ini adalah:

  • gambar pohon yang tidak rancu. Maksudnya, gambar bisa langsung tertebak karena memiliki ciri yang menonjol. Misalkan saja nangka, durian, rambutan, mangga, atau jambu air. Jadi setelah selesai dikerjakan, penilai akan langsung memahami gambar tanpa berpikir keras dan menduga-duga.
  • Lengkapi detail gambar secara baik. Jadi meskipun kamu tidak jago menggambar, pastikan untuk memperhatikan detail. Misalkan bentuk daun, bentuk buah, akar, ranting, kerapatan daun, dll. Sebab nantinya yang dinilai juga aspek kelengkapan detail gambar. Jadi sebelum tes, kamu bisa melakukan observasi jika memang diperlukan.

7. Tes Keribadian / Tes EPPS

Tes seperti ini sering digunakan sebagai parameter untuk mengukur pribadi seseorang. Jadi tidak ada salah benar, baik buru, atau hitam dan putih. Tes ini lebih cenderung digunakan untuk menilai motivasi, alasan, atau latarbelakang seseorang. Kita hanya perlu menjawab pilihan jawaban yang ada sesuai pemikiran pribadi kita. Nah untuk triknya adalah:

  • Jawab sesuai apa yang kita rasakan saat di posisi tersebut. Jangan idealis dan memilih jawaban yang “sepertinya terlihat bagus”, sebab semua jawaban tidak ada baik buruk, salah benar. Lakukan degan percaya diri, tidak perlu ragu menentukan jawaban, sebab tidak ada jawaban yang menjebak.
  • Jika ingin memang ingin terlihat profesional, sesuaikan jawaban dengan kriteria tes. Misalkan tes pegawai pajak, maka pilih jawaban yang mencerminan sifat disiplin, ulet, teliti dan ramah. Sehingga sedikit banyak jawaban kita bisa memberi sinyal positif pada instansi. Namun perlu diingat, jawaban harus konsisten dan saling berhubungan. Supaya antara jawaban dari awal sampai akhir tidak terkesan plin-plan.

Leave a Comment